"Iya aku sudah bilang sama Pak Kosasih. Itu bus yang sudah tua-tua dikandangin saja daripada risiko. Cek, cek, cek (yang) nggak benar kandangkan. Itu bus yang 2003-2004, bayangin tahun-tahun segitu lho, remnya bisa juga kanvasnya abis. Sudah kandangin aja," ujar Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).
Mantan Wali Kota Blitar itu menilai jangan sampai karena PT Transportasi Jakarta menjalankan bus yang sudah tidak begitu bagus. Sebab, hal tersebut bisa membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan di luar busway.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada satu atau dua saja yang tidak bagus itu akan menyebabkan seluruh pelayanan Trans Jakarta menjadi tidak bagus. Makanya harus dijamin yang sudah turun ke jalan itu betul-betul mobil yang sehat (baik), nyaman dan aman bagi para pengguna," pesannya.
"Satu saja nggak bagus ini akan mencederai dan merusak. Akhirnya apa? Bisa jadi penurunan terhadap penumpang," lanjut dia.
Meski demikian, Djarot tidak mau menyalahkan pelayanan Trans Jakarta secara sepihak. Sebab menurutnya hingga saat ini masih banyak juga pengendara, terutama roda dua yang suka menerobos busway dengan kecepatan tinggi.
"Sopirnya juga ditingkatkan kualitasnya. Ada karena sopirnya, ada karena mobilnya, ada juga karena faktor pengguna jalan yang lain masuk ke jalur Trans Jakarta," pungkasnya. (aws/faj)











































