Di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015), Ahok menyebut dugaannya terkait perjanjian TransJ yang banyak kecurangan. Padahal menurutnya, transportasi TransJ meniru Bogota. Lalu kenapa tidak sampai bus-busnya pun beli dari Bogota agar tidak menyusahkan diri sendiri.
"Saya bilang dulu kontrak itu penuh 'permainan'. Makanya sampai TransJ dirancang dengan sasis desain khusus yang seluruh dunia nggak ada. TransJ nyontek dari Bogota, kenapa nggak nyontek sampai bus-busnya? Tinggal beli. Ngapain TransJ dirancang aneh-aneh, spek mesti tinggi supaya nggak kena banjir," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Bupati Belitung Timur itu melihat ada permainan antara perusahaan dengan produsen bus asal Tiongkok, sehingga selalu meloloskan bus asal negara itu walaupun mereknya tidak jelas.
"Ada spek khusus main dengan perusahaan Tiongkok, tiap lelang yang lain nggak keburu karena dia sudah siapin. Jadi tiap kali lelang yang menang China. Begitu kita pakai e-katalog LKPP perusahaan bikinnya juga masih mahal karena sasinya nggak bisa mereka jual ke yang lain," ucap Ahok. (aws/dra)











































