Ditegur Mendagri, Pemprov DKI Kerja Keras Optimalkan Serapan APBD 2015

Ditegur Mendagri, Pemprov DKI Kerja Keras Optimalkan Serapan APBD 2015

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 07:20 WIB
Ditegur Mendagri, Pemprov DKI Kerja Keras Optimalkan Serapan APBD 2015
Jakarta - Kecewa dengan penyerapan belanja DKI di bawah 20 persen, Mendagri Tjahjo Kumolo menargetkan tahun ini harus bisa mencapai 70 persen. Pemprov DKI pun akan berupaya untuk memenuhinya.

"Harus bisa karena karyawannya sudah ditambah TKD (tunjangan kinerja daerah) dan gaji yang baik. Harus kerja keras," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono saat dihubungi detikcom, Selasa (23/6/2015).

Rendahnya penyerapan itu menurut Tjahjo disebabkan dari SKPD di sejumlah dinas yang tidak melakukan pengadaan barang secara optimal. Salah satu contoh yang disebut politisi PDIP tersebut adalah Dinas Kebersihan DKI yang lebih memilih sewa truk sampah ketimbang membeli sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait pernyataan itu, Heru tidak menampiknya. Meski demikian, mantan Wali Kota Jakarta Utara ini menyebut tahun ini dinas terkait menyanggupi pembelian 200 truk sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).

"Itu betul kata Pak Mendagri. Kata Pak Mendagri benar, artinya kita belum mau kerja dengan benar. Sewa (truk sampah selama ini bisa) sampai Rp 400 miliar," terangnya.

"Contoh saja Dinkes mobil kebersihan ada 400 (unit truk) yang akan dibeli, Pak Gub minta saya tambah 200 (unit lagi). Pas saya panggil vendornya, mereka (Dinkes) sanggup biayain. Saya minta Dinkes anggarkan untuk tambah 200 unit tahun ini," lanjut dia.

Heru optimis pihaknya bisa mencapai target penyerapan yang dipasang Mendagri. Untuk itu, ia meminta seluruh SKPD mau bekerjasama dengan giat.

"70 persen penyerapan bagus. Mudah-mudahan bisa. Maka dari itu masing-masing SKPD kinerjanya harus baik, seperti Dinkes, Dinas PU, Dinas Pertamanan dan termasuk BPKAD sendiri," pungkasnya.

Seperti diketahui, Tjahjo mengatakan, serapan APBD 2015 masih kurang dari 20 persen. Tjahjo mengaku cukup terkejut dengan rendahnya penyerapan anggaran DKI. Dia pun menargetkan kepada Pemprov agar penyerapan anggaran tahun ini bisa mencapai 70 persen.

"Prihatin saya per hari ini penyerapan anggaran belum tidak sampai dari 20 persen tolong dipacu, kalau tidak kasihan warga DKI," kata Tjahjo dalam sambutan Paripurna Istimewa HUT DKI.

"Kami cukup terkejut penyerapan anggaran DKI cuma 10 persenan. Kompleksitas masalah Jakarta sangat kompleks. Pejabat di bawah lebih suka menyewa truk sampah daripada membeli. Membangun dan rehab lebih mahal rehabnya. Saya kira gubernur hati-hati untuk bisa melakukan pembelanjaannya," kata dia.

Menanggapi itu, Ahok dengan penuh optimis bisa memaksimalkan belanja daerah hingga 90 persen. Dia pun akan mengoptimalkannya dalam penyusunan APBD Perubahan 2015.

Manakala ada jajarannya yang tidak dapat bekerja dengan baik, Ahok mengatak dirinya tidak akan segan menstafkannya.

"Ya beliau (Mendagri) ngerti. Yang tidak bisa nyerap ya kita stafkan. Kan tahun ini, kita mau stafkan eksekutif (SKPD), namanya belanja eksekutif itu kan belanja lahan. Padahal masalah tanah itu nggak ada masalah tahu, kalau ada masalah kan tinggal panggil Asisten Pembangunan. (Target penyerapan) Ada dong, tetap 90-an persen," kata Ahok.

(aws/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads