Karena penyakit itu, kelompok mata kirinya membengkak hingga bola mata kirinya terdorong keluar. Sepintas bola mata itu tampak akan keluar. Rasa sakit, akrab menemaninya selama bertahun-tahun.
"Kata dokter kanker otak," ujar Masnia, saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (22/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata ibu, sejak lahir kepala saya (di bagian kiri) tak ada tulangnya," ujar Masnia lirih.
Meski sudah diketahui ada kelainan di tengkorak kepalanya sejak dini, Masnia tak kunjung mendapatkan perawatan. Ayah dan ibunya yang saat itu bekerja sebagai buruh tani penghasilannya tak menentu dan hanya mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi itu menyebabkan sakit Masnia terabaikan.
"Saat saya SD, mulai merasa sakit dan mata mulai bengkak," kata Masnia yang tampak sehat meski menderita penyakit berbahaya.
Sehari-hari, saat bermain dan sekolah, Masnia menjalani hidup dengan menanggung rasa sakit.
"Baru saat masuk SMP ada guru saya yang kasihan kemudian saya dibawa ke rumah sakit," urai Masnia dengan mata berkaca-kaca. (imk/imk)











































