Titiek Soeharto Berharap Pilkada Serentak Tahun Ini Ditunda

Hardani Triyoga - detikNews
Senin, 22 Jun 2015 19:22 WIB
Manokwari - Wakil Ketua Umum Golkar Munas Bali Siti Hediati Hariyadi atau  Titiek Soeharto menilai penyelenggaraan Pilkada serentak layak ditunda. Selain dinilai tak siap, Pilkada serentak tahun ini rentan dengan kemungkinan konflik.

Putri Presiden RI ke-2, Soeharto itu mengacu polemik dualisme partai Golkar dan PPP.

"Ada partai-partai yang konflik. Partai yang konflik ini mau diapakan? Masak mau ditinggal begitu saja. Kita kan ini kan demokrasi, kita peserta yang diakomodir ya dari Golkar dan PPP," kata Titiek dalam acara jamuan makan malam di Mansinam Beach Resort Hotel, Manokrawi, Papua Barat, Senin (22/6/2015).

Dia mengemukakan alasan ini bukan karena sebagai kader Golkar. Namun, Titiek menyebut secara prinsip demokrasi, Golkar dan PPP diabaikan.

"Bukan karena saya sebagai seorang Golkar ya. Tapi, yang namanya pesta demokrasi semua harus ikut, jangan ketinggalan," sebut Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Kemudian, dia menyinggung faktor lain seperti persoalan belum jelasnya dana anggaran keamanan untuk Pilkada. Padahal, keamanan dari Polri diperlukan untuk menjaga pesta demokrasi pertama yang dilakukan serentak.

"Itu juga salah satunya. Ini sudah berapa bulan lagi. Nah, yang ikut Pilkada sekitar 260 lebih. Harapan saya ya ditunda. Jangan sampai kacau balau," tuturnya.

Lalu, Titiek juga menyebut persoalan lain terkait audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap KPU tahun 2013-2014 yang indikasinya ditemukan kerugian negara sebesar Rp 334 miliar.

Menurutnya diperlukan tanggung jawab KPU langsung jika terjadi pelanggaran seperti ini.

"Ya KPU bertanggung jawab dulu ya. Selesaikan dulu. Ini kan Pilkada serentak dananya kan besar sekali. Apakah sudah siap dengan dana sebesar itu?," katanya.

(faj/faj)