Perbaikan Jalur Banda Aceh-Lamno Ditargetkan Selesai dalam Sebulan

Perbaikan Jalur Banda Aceh-Lamno Ditargetkan Selesai dalam Sebulan

- detikNews
Minggu, 20 Feb 2005 22:50 WIB
Aceh Besar - Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu menargetkan perbaikan jalan yang menghubungkan Banda Aceh dengan Lamno, Aceh Jaya, bisa selesai dalam sebulan ini. Jajaran TNI AD sedang memperbaiki jembatan-jembatan yang rusak di jalur Banda Aceh-Lamno."Mudah-mudahan (perbaikan jembatan) bulan depan sudah selesai. Saya terus memberi semangat kepada anak-anak. Dengan kehadiran pimpinannya mereka akan tersemangati. Target saya dalam sebulan jalan menuju Lamno tidak terputus lagi," kata Ryamizard.Pernyataan tersebut disampaikan KSAD setelah meninjau jembatan Kerueng Lamari dan Kerueng Kalla di wilayah Lhong, Aceh Besar, Minggu (20/2/2005). Dua jembatan yang hancur total akibat bencana gempa dan tsunami itu sedang diperbaiki.KSAD juga telah meresmikan jembatan Kerueng Sarah di Lepung, Aceh Besar. Jembatan tersebut memiliki panjang 30 meter dan lebar 4 meter. Jembatan ini mampu menampung beban hingga 20 ton. Namun untuk melewati jembatan sementara ini harus bergantian. Dalam peresmian jembatan yang ditandai pemotongan pita ini KSAD menghadiahkan uang Rp 10 juta, satu kardus Kratingdaeng, dan dua kardus rokok, kepada pasukan Zon Zikon 13. Selain itu satu kepala kerbau dikuburkan dekat jembatan sebagai tumbal dan simbol bahwa jembatan tersebut dapat bermanfaat bagi rakyat Aceh. KSAD juga meninjau jembatan Pulud di Lepung, yang juga sedang dibangun Zon Zikon 13. Ditargetkan jembatan ini akan selesai diperbaik pada Selasa (22/2/2005) lusa. Sebelumnya, seminggu lalu, juga telah selesai dibangun Jembatan Kerueng Raba di wilayah Lhonga.Terima KSAD AustraliaSebelum meresmikan jembata dan meninjau perbaikan jembatan KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan KSAD Australia Letjen Peter Leahy di Posko Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tanggap Darurat di Mata Ie, Aceh Besar. Dalam pertemuan ini dua kepala staf menyatakan betapa pentingnya persahabatan kedua negara terutama angkatan bersenjata.Ryamizard menyatakan terkadang hubungan kedua negara dihadang pasang surut perpolitikan, namun tentara harus tetap stabil. "Jangan terbawa masalah perpolitikan. Bila tentara sudah berpolitik, maka tentara tersebut bukan tentara sejati," katanya.Dalam kesempatan itu Rymizard juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Australia, erutama tentara Australia, dalam membantu menangani pengungsi korban gempa dan tsunami di Aceh. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini