Bebaskan Kru Metro TV, Deplu Optimalkan Komunikasi Informal

Bebaskan Kru Metro TV, Deplu Optimalkan Komunikasi Informal

- detikNews
Minggu, 20 Feb 2005 19:00 WIB
Jakarta - Tim Penanggulangan Krisis Departemen Luar Negeri bersama jajaran Deplu di Jordania dan sekitarnya tengah mengoptimalkan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai lokasi penyanderaan dua wartawan Metro TV, Meutya Hafid dan Budiyanto."Bukan sekedar menjalin komunikasi tapi lebih penting lagi adalah pandai-pandai mendengar informasi," kata Juru Bicara Deplu Marty Natalegawan dalam jumpa pers tentang perkembangan upaya penyelamatan Meutya dan Budiyanto di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Minggu (20/2/2005).Menurut Marty, jaringan komunikasi yang tengah dikembangkan adalah dengan pihak informal yang kemungkinan mempunyai akses kontak dengan pelaku penyanderaan. Untuk mengupayakan kemungkinan adanya saksi dalam kasus ini, perwakilan pemerintah RI di Irak melakukan kontak dengan tokoh-tokoh masyarakat Rahmadi dan Baghdad. Termasuk dengan para kepala suku yang ada. "Dubes RI di Qatar juga tengah berkomunikasi dengan para ulama dan intelektual setempat yang memiliki pengaruh kuat di Jazirah Arab."Ditambahkan Marty, pesan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengklarifikasi status dan tujuan Meutya dan Budiyanto di Irak yang direkam jaringan APTN dan Al Jazeera sedang didubing ke Bahasa Arab. "Agar pesan tersebut dapat lebih tersebar dan mudah dipahami kami akan memuat pesan tersebut ke media-media lokal baik cetak dan elektronik di Baghdad dan Ramadi, bukan hanya melalui jaringan televisi satelit," demikian Marty Natalegawa. (gtp/)


Berita Terkait