"Kira-kira 3 tahun lalu ada 2 orang dokter, perempuan sama laki-laki, kayaknya sih mereka pacaran. Yang perempuan memakai jilbab dan yang laki-laki yang ingin masuk Islam," jelas Wahyono saat ditemui detikcom di Masjid Istiqlal, Jl Wijayakusuma, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2015) lalu.
Saat mulai membimbing dengan mengucapkan basmallah, lancar-lancar saja. Hingga akhirnya masuk kepada kalimat syahadat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usut punya usut, laki-laki yang berprofesi sebagai dokter tersebut pernah membuka praktik di Kupang, NTT. Membuka praktiknya menggunakan bantuan jin.
"Dia bilang pakai jin biar praktiknya laku. Saya tanya 'Emang jadi laku?', dia bilang 'Iya Pak'," kisahnya.
Ternyata, sebelum mengucapkan syahadat di Masjid Istiqlal, laki-laki tersebut sempat 2 kali berniat mengucapkan syahadat ke 2 masjid yang berbeda.
"Pertama di masjid dekat rumah, tapi nggak jadi karena sehari sebelumnya ustad yang mau ngebimbing meninggal karena kecelakaan motor. Nyoba lagi di masjid lain yang agak jauh, tapi ustadnya kecelakaan juga, ya udah nggak jadi. Nah ini yang ketiga ke sini, wah saya sempet serem juga. Saya ya doa aja. Jinnya memang kuat ini," ceritanya.
Wahyono pun menyuruh laki-laki tersebut diruqyah terlebih dahulu agar jinnya keluar. "Saya bilang kalau mau masuk Islam nanti ke sini lagi. Tapi sampai sekarang nggak ke sini-sini tuh. Nggak tahu bagaimana, nggak ada ceritanya sekarang," jelas pria yang menjadi takmir Masjid Istiqlal sejak tahun 2002 ini. (nwk/nrl)











































