Menangkan Pilkada, Golkar Ingin Ekspansi Kekuasaan
Minggu, 20 Feb 2005 18:32 WIB
Jakarta - Salah seorang Ketua DPP Partai Golkar Muladi mengakui Golkar ingin mencari kekuasaan sebanyak-banyaknya dengan cara memenangkan pilkada (pemilihan kepala daerah). Untuk tujuan ini, Golkar akan membuka koalisi dengan partai politik lain. Hal ini disampaikan Muladi kepada wartawan di sela-sela Rakernas Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Jl. Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (20/2/2005). "Kita memang mencari kekuasaan. Kalau bisa sebanyak-banyaknya, tapi dengan cara yang konstitusional dan demokratis. Jadi, kami memang ingin memperluas kekuasaan," ungkap Muladi. Namun, untuk upaya ini, Muladi tidak ingin Golkar gegabah. "Tetap saja, untuk mencalonkan kepala daerah, harus memenuhi syarat-syarat, seperti wilayahnya memiliki kemenangan Golkar yang signifikan. Juga kompeten dan layak jual," ujarnya. Mengenai koalisi dengan partai lain, Muladi memang menginginkan hal itu. "Koalisi itu penting, bahkan koalisi itu bagian dari meraih kekuasaan. Kita akan melakukan koalisi dengan partai yang memiliki suara signifikan atau akan menghasilkan suara gabungan yang signifikan," tegasnya. Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Golkar yang juga Sekretaris Tim Pilkada Rully Chaerul Azwar menjelaskan, Golkar menetapkan sejumlah batasan untuk menetapkan pencalonan kepala daerah atau wakil kepala daerah. Penetapan ini didasarkan pada perolehan suara Golkar di daerah tersebut pada Pemilu 2004 lalu. "Untuk daerah yang perolehan suaranya di atas 50 persen, kita mencalonkan kepala daerah dan wakilnya. Untuk daerah yang memiliki suara 15-50 persen, kita tetap akan mencalonkan kepala daerah. Sedangkan untuk daerah yang suaranya kurang 15 persen, kita hanya mencalonkan wakil kepala daerah," kata dia. Rully memisalkan daerah Bali. "Di Bali, dengan suara Golkar yang minim, kita bisa mencalonkan wakil kepala daerah saja sudah bagus," ujarnya.
(asy/)











































