Margriet diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus pembunuhan Engeline, Agus Tay (25), selama 7 jam. Ia dicecar 53 pertanyaan. Margriet mengaku tidak tahu Engeline hilang karena dibunuh Agus.
Margriet juga pernah membantah kesaksian Agus yang menyebut dirinya sebagai pembunuh Engeline dan mengiming-imingi Agus imbalan.
Perempuan yang berstatus tersangka kasus penelantaran anak ini berharap kasus Angeline secepatnya dituntaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Nonton TV dan Ikut Mencari
Margriet diperiksa selama 7 jam dan dicecar 53 pertanyaan. Margriet mengaku tak tahu jika Engeline hilang karena dibunuh Agus.
Margriet mengaku sedang menonton TV di kamarnya saat pembunuhan sadis itu terjadi. Ketika Angeline hilang, Agus mengatakan Engeline sedang meminjam pensil. Setelah ditunggu tidak kembali, Margriet mencari Angeline. Ia bahkan mencari anak adopsinya itu hingga ke kamar Agus.
"Versi Margriet dia sudah mencari-cari Engeline. Di tetangga, di kepala lingkungan dan kemudian melaporkan kehilangan pada malam itu ditemani Yvonne ke Polsek setempat," jelas Dion Pongkor, juru bicara Hotma Sitompoel Associates, pengacara Margriet, kepada sejumlah wartawan di Mapolda Bali, Sabtu (20/6/2015).
Namun lantaran tidak ada kecurigaan, Margriet tidak mengecek secara detail kamar Agustinus. Padahal menurut pengakuan Agus yang lalu, setelah dibunuh, Engeline diletakkan di dalam lemari Agus. "Tidak ada kecurigaan pada saat itu, hanya dibukakan pintu kamar kemudian Bu Margriet memanggil-manggil Engeline," pungkasnya.
2. Ingin Cepat Tuntas
Margriet diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Engeline yang diduga dilakukan oleh Agus Tay. Ia ditanya lebih detail terkait dengan hilangnya Angeline. Margriet dicecar pertanyaan tentang kondisi Engeline sehari sebelum hilang.
"Ditanya mulai dari pakai baju apa, sandal apa, merk apa. Pokoknya sehari sebelum Angeline hilang," kata Dion Pongkor, juru bicara Hotma Sitompoel Associates, pengacara Margriet, kepada sejumlah wartawan di Mapolda Bali, Sabtu (20/6/2015).
Pemeriksaan Margriet berlangsung maraton tanpa jeda sesuai dengan permintaannya. "Ini permintaan Bu Margriet agar pemeriksaan bisa secepatnya tuntas," tambahnya.
Menurut Dion, 53 pertanyaan dijawab sesuai dengan sepengetahuan Margriet dengan jujur.
3. Menangis
Margriet di sel Mapolda Bali terus menangis. Margriet berduka atas kematian Engeline.
βKetemu kita nangis terus. Dia berduka atas kematian Angeline," ujar pengacara Margriet, Dion Pongkor, di Mapolda Bali, Jumat (19/6/2015).
Dion menjelaskan, Margriet sebagai orang yang membesarkan Engeline tentu merasa kehilangan atas meninggalnya anak angkatnya itu. "Dia masih berduka,β terang Dion.
4. Tidak Bunuh Engeline
Margriet membantah pernyataan Agus yang menyebutnya sebagai pembunuh Engeline.
Dion Pongkor, juru bicara Hotma Sitompoel Associates, pengacara Margriet, mengatakan Margriet menjawab apa yang diungkapkan oleh tersangka Agus tidak benar.
Sampai saat ini pengakuan kliennya tidak akan pernah berubah. Mulai dari pemeriksaan pertama, pemeriksaan yang didampingi pengacara sebelumnya, hingga didampingi oleh kantor pengacara Hotma Sitompoel Associates masih tetap. Bahkan pihaknya tidak mau mengubah BAP yang sudah dilakukan pihak kepolisian. "Kita tidak mengubah BAP. Ini bentuk penegakan hukum yang ada dalam kasus ini," tambahnya.
Nantinya, tambah Dion, pengakuan yang tertuang dalam BAP akan dibawa ke pengadilan. "Kita tunggu di pengadilan. Kita akan tetap seperti pengakuan klien kita," pungkasnya.
Halaman 2 dari 5











































