Setelah Lagu 'Pengkhianat', Prananda Buat Lagu Pengabdian Bung Karno

Setelah Lagu 'Pengkhianat', Prananda Buat Lagu Pengabdian Bung Karno

Ferdinan - detikNews
Senin, 22 Jun 2015 06:57 WIB
Setelah Lagu Pengkhianat, Prananda Buat Lagu Pengabdian Bung Karno
Prananda Prabowo dan Hasto Kristiyanto (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta - Putra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo kembali menciptakan lagu bersama bandnya Rodinda. Setelah lagu 'Pengkhianat' yang banyak diperbincangkan, lagu terbaru diberi judul 'Bung Karno Bapak Bangsa'.

Lagu terbarunya ini diunggah di Youtube hari Minggu (21/6). Publikasi lagu ini bertepatan dengan tanggal wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970 di RSPAD.

"Lelaki berdiri tegar, dinding penjara tak bisa lumpuhkan gelora perjuangan untuk tanah air dan bangsa," begitu bait pertama lagu Nanan, sapaan Prananda yang juga Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPP PDI Perjuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal lagu baru ini, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberi apresiasi.ย  "Melalui lagu Bung Karno Bapak Bangsa tersebut, saya sungguh tergetar oleh penjiwaan yang hidup atas Bung Karno yang dikenal sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia Afrika tersebut," kata Hasto dalam keterangannya, Senin (22/6/2015).

Hasto mengatakan lagu Bung Karno Bapak Bangsa merupakan representasi suara banyak rakyat terhadap pemimpin yang dicintai. Baginya, lagu Prananda membawa pesan ideologis yang begitu kuat.

"Lagu Aku Melihat Indonesia dan Dedication of Life benar-benar menggambarkan mata hati Mas Prananda atas dedikasi hidup Bung Karno untuk bangsa dan negara. Lagu tersebut membuktikan kebenaran dalam politik, bahwa ketika seseorang berjuang tanpa pamrih untukย  bangsa dan negaranya, maka ia akan selalu hidup. Demikian halnya dengan Bung Karno yang tidak bisa dimatikan dengan berbagai proyek desukarnoisasi sekalipun," papar dia.

Hasto mengaku senang dengan kedua lagu tersebut.ย  "Aku melihat Indonesia dan Dedication of Life bisa menjadi sarana kontemplasi bahwa politik itu harus didasarkan dedikasi hidup. Politik adalah bangunan kebudayaan yang bisa rasakan melalui karya cipta sebuah lagu," tuturnya. (fdn/dha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads