Hampir 60 juta orang mengungsi. Dunia belum pernah menghadapi pengungsi sebanyak ini sejak Perang Dunia II. Jika konflik berlanjut, jumlahnya akan terus bertambah.
Demikian Wapres Uni Eropa Frans Timmermans, Utusan Tinggi UE bidang Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan serta 3 Komisioner dalam pernyataan bersama untuk Hari Pengungsi Dunia yang diterima detikcom, Minggu (21 Juni 2015).
Setiap hari ribuan orang terpaksa mengungsi untuk menghindari kekerasan dan mencari perlindungan, di negara mereka sendiri atau di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eropa tidak akan dan tidak bisa menutup mata ketika banyak dari para pengungsi itu mencari tempat berlabuh yang aman di pantai-pantai Eropa," bunyi pernyataan.
Tanggapan Eropa
Dengan situasi krisis di Mediterania dan ketidakstabilan di perbatasan, Komisi telah menetapkan tanggapan Eropa untuk penanganan pengungsi yang lebih baik pada Mei lalu.
Tanggapan itu ditujukan pada tiap jenjang, dari kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan nyawa pengungsi, sampai menangani akar penyebab dengan negara-negara mitra.
Di samping itu juga menanggulangi traffickers (para pelaku perdagangan manusia, red) demi strategi jangka panjang memperkokoh sistem suaka dan perbatasan dengan melibatkan negara-negara anggota dan lembaga UE, organisasi internasional, masyarakat madani, pemerintah lokal dan pihak ketiga.
Bantuan
UE menyeru negara-negara anggotanya untuk mengikuti rekomendasi Komisi dengan melaksanakan komitmen UE untuk menampung 20.000 pengungsi dari luar Eropa selama dua tahun ke depan.
Menawarkan perlindungan kepada mereka yang membutuhkan adalah tanggung jawab global, juga mengurangi beban mitra internasional seperti Lebanon, Yordania dan Turki, di mana pengungsi kini mencapai proporsi populasi yang cukup besar.
Di luar perbatasan, UE berada di garis terdepan dalam membantu pengungsi dan pengungsi internal, serta membantu mengatasi konflik yang memaksa mereka meninggalkan rumah mereka.
UE memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi dan pengungsi internal di 33 negara, serta bantuan pembangunan UE untuk membantu pengungsi di negara-negara tempat mereka bernaung.
Komisi juga merupakan donor internasional terkemuka, membantu pengungsi di negara-negara berkembang dengan 200 juta Euro dalam proyek-proyek yang sedang berjalan dari dana pembangunan dan telah memberikan lebih dari 850 juta Euro bantuan kemanusiaan selama 2014.
Pembangunan Kawasan dan Program Perlindungan (program UE untuk pengungsi dan masyarakat penampung di Lebanon, Yordania dan Irak, sebagai tanggapan atas krisis Siria, red) juga memberi perlindungan bagi mereka yang membutuhkan perlindungan internasional, bekerjasama dengan UNHCR.
Kewajiban Moral
Selama masih ada ketidakstabilan, masyarakat tetap akan terus mengungsi dan mencari tempat perlindungan.
Tidak ada solusi sederhana untuk masalah pelik ini, tetapi jelas bahwa tidak ada solusi yang dapat diberikan oleh suatu negara sendirian. Inilah mengapa UE bekerja setiap hari dengan mitra internasional untuk mencoba membangun kestabilan dan memelihara perdamaian.
Komisi mengimbau para pemimpin di Eropa agar menindaklanjuti komitmen mereka untuk solidaritas lebih besar dan tanggung jawab bersama dalam mengatasi krisis pengungsi. Ini masalah pertaruhan nyawa manusia dan UE secara keseluruhan memiliki kewajiban moral dan kemanusiaan untuk berbuat. (es/fdn)











































