Singgung Konflik Timur Tengah, JK: Kita Harus Selalu Jaga Toleransi

Singgung Konflik Timur Tengah, JK: Kita Harus Selalu Jaga Toleransi

M Iqbal - detikNews
Minggu, 21 Jun 2015 21:20 WIB
Singgung Konflik Timur Tengah, JK: Kita Harus Selalu Jaga Toleransi
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla salat tarawih dan memberikan ceramah di Masjid Sunda Kelapa, Jakpus. Dalam ceramahnya, JK menyinggung konflik di negara Islam terutama Timur Tengah yang dilanda peperangan dan membuat warganya serba kesulitan.

"Dari segala kegembiraan yang kita alami umat Islam di negeri ini, umat Islam di negara Islam lain menghadapi banyak cobaan, kesulitan-kesulitan. Mereka tidak menikmati puasa karena tidak cukup karena mengungsi, karena bom, tidak sempat beribadah karena perang, kehidupannya sulit karena tidak punya rumah mereka tinggal di tenda," kata JK dalam ceramah di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakpus, Minggu (21/6/2015).

JK menerangkan kesulitan seperti itu terjadi di 30 persen negara Islam di dunia seperti di Irak, Suriah, Palestina, Libya, Mesir, Afghanistan, Nigeria, Somalia, Senegal dan lainnya. Hal itu jauh berbeda dengan di Indonesia yang meski bukan negara Islam namun penganut muslim terbesar di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ramadan diajarkan untuk hentikan perang, di Yaman tidak begitu, Libya dan Afghanistan tidak. Itu cobaan dan cobaan bagi kita Islam di Indonesia untuk tetap hidup harmoni," ujar ketua umum PMI itu.

JK lalu menganalisa bahwa konflik dan peperangan yang terjadi di negara-negara Islam itu karena tidak adanya kebebasan dari pemimpin kepada warganya, tidak ada saling menghormati,tidak ada keadilan dan pemerintahan yang tidak demokratis.

"Di Suriah Presidennya tidak mau berhenti, Yaman begitu, Libya apalagi. Kepemimpinan yang tidak demokratis, tidak menghargai masyarakatnya. Kedua kepemimpinan yang tidak adil, pemimpinnya menikmati kekayaan rakyatnya kurang," ungkap JK.

Padahal kata JK, negara-negara itu adalah negara kaya yang punya sumber daya alamnya melimpah terutama minyak. Namun tidak mensukuri kelimpahan kekayaan yang dimiliki negara tersebut. "Alhamdulillah di negara kita hal-hal itu tidak terjadi, tapi yang paling penting jangan sampai terjadi," ujar JK.

Satu hal lagi yang JK soroti adalah toleransi antar umat beragama. Menurut JK, Indonesia mempunyai banyak agama, budaya, suku, perbedaan ideologi dan lainnya tapi saling menghormati dan tidak memerangi.

Dia mencontohkan, penganut umat Kristen di Indonesia ada sekitar 10 persen, Budha 1 persen, Hindu sekitar 2 persen, Kong Hu Cu di bawah 1 persen, namun perayaan agamanya ada di Indonesia. "Di Eropa penganut Islam 8 persen tapi tidak ada Idul Fitri," ucap JK.

"Kehidupan toleransi kita, kebersamaan kita, luar biasa. Karena itu kita harus menjaganya," imbuh ketua Dewan Masjid Indonesia itu. (bal/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads