"Mereka bawa-bawa partai saya, bahkan mengaku mengenal Ketum partai saya (PAN) tapi sudah saya klarifikasi dan itu tidak benar," kata Lucky dalam jumpa persnya di restoran Munik, Matraman Raya, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2015).
Ia mengaku kenal dengan 3 orang yang memerasnya itu saat maju dalam Pilwakot Bekasi 2012 lalu. Saat mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk memberikan keterangannya, Lucky mengaku pelaku pemerasan adalah kader PAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerasan ini baru rutin dilakukan ketiga orang tersebut 3 bulan terakhir. Mereka mengancam dan menggunakan kata-kata kasar saat meminta uang pada Lucky. Terakhir, ketiga orang meminta uang dengan nominal di atas Rp 20 juta sehingga Lucky memutuskan untuk melaporkan tindak pemerasan ini pada polisi.
Akhirnya, dari ketiga orang ini 2 di antaranya yakni Ruslan Siregar dan Afrizal diamankan pihak polisi dalam pertemuan di sebuah restoran di Plaza Senayan, Jakarta. Bersama mereka polisi turut menyita uang UD $ 3 ribu dan Rp 10 juta yang rencananya akan diberikan Lucky pada mereka. Namun, baru Ruslan yang sudah ditetapkan pihak Polda Metro Jaya sebagai tersangka.
(bil/erd)











































