Pengakuan 8 WNI Sebagai Perompak di Kapal Orkim Harmony

Pengakuan 8 WNI Sebagai Perompak di Kapal Orkim Harmony

Rachmadin Ismail - detikNews
Minggu, 21 Jun 2015 15:44 WIB
Pengakuan 8 WNI Sebagai Perompak di Kapal Orkim Harmony
twitter (Abul Aziz Jaafar)
Jakarta - Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City Vietnam memberikan pendampingan hukum kepada 8 orang yang mengaku WNI terkait kasus pembajakan kapal tanker Malaysia Orkim Harmony. Kepada polisi Vietnam, mereka mengakui perbuatannya.

"Menurut pihak polisi Vietnam mereka sudah mengaku keterlibatannya pada kasus kapal Orkim Harmony tersebut walaupun mungkin masih perlu dibuktikan," kata Konjen RI di Ho Chi Minh City, Jean Anes, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (21/6/2015).
6 dari 8 perompak yang mengaku WNI (KJRI Ho Chi Minh City)

Pihak KJRI masih meneliti dokumen para WNI tersebut. Sejauh ini, baru dua orang yang sudah dipastikan memiliki paspor Indonesia. Sisanya, masih dalam pemeriksaan. Identitas para perompak sejauh ini belum dirilis pihak KJRI.

Hingga siang ini, tim KJRI masih melakukan pendampingan hukum terhadap mereka. Dari hasil laporan sementara, dugaan pidana yang kemungkinan dijerat terhadap 8 orang tersebut adalah masalah keimigrasian dan dugaan perompakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk sementara pelanggaran imigrasi karena masuk Vietnam tanpa dokumen imigrasi maupun pintu masuk imigrasi yang telah ditentukan dan dugaan terlibat atau pelaku dalam perompakan kapal tersebut," imbuhnya.

Belum dapat dipastikan apakah 8 WNI tersebut akan dibawa ke Malaysia untuk penyelidikan lanjutan. Yang jelas, KJRI fokus pada pendampingan hukum dan menjamin hak-hak mereka selama proses investigasi dan pengadilan.

"Kondisi 8 orang yang mengaku WNI tersebut baik dan sehat serta telah diizinkan untuk menerima bantuan peralatan salat, pakaian dalam dan makanan dari KJRI HCM," jelasnya lagi.

Straits Times mengabarkan, para perompak itu kini masih diinterogasi oleh otoritas Vietnam. Mereka sebelumnya ditangkap di pelabuhan Tho Chu, wilayah barat daya Vietnam. Mereka menaiki sekoci dan mengaku mengalami kecelakaan di laut.

(mad/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads