"Saya ngancam dengan tangan kosong dan kunci roda. Minta jangan teriak," kata DAS saat diwawancarai media di Polres Jaksel, Minggu (21/6/2015).
Menurut DAS, korban memang satu-satunya penumpang pada malam kejadian, sekitar pukul 22.30 hari Jumat (19/6). Karena tak ada orang lain, DAS menawarkan tarif angkot carter sebesar Rp 35 ribu untuk mengantar korban ke tujuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut polisi, pemerkosaan di angkot sudah pernah terjadi sebelumnya. Kala itu, pada tahun 2011 dan 2013. Pelakunya sudah ditangkap.
"Kalau ini sopir tembak. Kita pernah tangani 2011 dan 2013 terjadi dan semuanya terungkap. Sebenarnya semua daerah jadi pengawasan, semuanya prioritas buat kita," kata Kapolres Jaksel Kombes Pol Wahyu Hadiningrat saat jumpa pers.
(mad/mad)











































