Mawit menjadi juru masak di kapal Orkim Harmony. Pria asal Bangkalan, Jawa Timur, tersebut bekerja bersama 4 WNI lainnya di kapal, yakni Nelson Hasiholan Sitorus, Natan Kombongan, Iwan Asriadi dan Bambang Suryawan. Ada ABK lain di kapal tersebut, yakni 16 orang asal Malaysia dan satu orang dari Myanmar. Total seluruhnya 22 ABK.
Setelah kapal dibebaskan dari pembajak, baru diketahui kondisi Mawit. Para ABK lainnya selamat, namun hanya Mawit yang terluka. Dia mengalami luka tembak di bagian pangkal paha dan kaki. Peluru dikabarkan tembus melewati tubuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah kapal bersandar di pelabuhan Kuantan, Malaysia, Mawit langsung dilarikan ke Universiti Sains Malaysian Hospital di Kubang Kerian, Kelantan. Dia langsung menjalani berbagai perawatan dan setelah cukup fit, kemudian menerima kunjungan Atase Perhubungan RI di Kuala Lumpur Abduh Athub dan kakak kandungnya.
"Kondisi masih terlihat lemas tapi yang bersangkutan menyatakan sudah sehat," demikian laporan Abduh kepada Dubes RI di Kuala Lumpur Herman Prayitno, seperti dikutip detikcom, Minggu (21/6/2015).
"Bekas luka tembus sudah dijahit dan masih ada bekas pukulan di kepala serta mata lebam," sambungnya.
Para perompak yang jumlahnya 8 orang dan diduga WNI tersebut kini masih ada di Vietnam. Mereka masih diperiksa karena mengaku sebagai korban kecelakaan di laut, bukan pembajak kapal.
Sementara para ABK Orkim Harmony saat ini masih berada di pelabuhan Kuantan untuk menjalani pemeriksaan penyidik setempat. (mad/try)











































