Dubes RI di Malaysia Herman Prayitno menjelaskan, proses verifikasi masih dilakukan terhadap para pelaku. Termasuk dokumen resmi yang menyatakan mereka WNI.
"Paspornya kita belum tahu (kewarganegaraannya). Tapi dari pengakuan dan pembicaraan para WNI, kata yang anak buah kapal kita mereka itu WNI. Tapi kita akan memastikan paspornya," jelas Herman saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (21/6/2015).
Ada lima ABK asal Indonesia di kapal tersebut. Mereka adalah Nelson Hasiholan Sitorus, Natan Kombongan, Iwan Asriadi dan Bambang Suryawan. Satu orang lagi bernama Mawit Marwin dirawat di rumah sakit karena ditembak perompak.
Ditambahkan Herman, bila benar 8 orang tersebut adalah perompak Orkim Harmony, maka ada kemungkinan mereka akan diproses hukum di Malaysia. Namun kapan pemindahan dilakukan, belum jelas.
Straits Times mengabarkan, para perompak itu kini masih diinterogasi oleh otoritas Vietnam. Mereka sebelumnya ditangkap di pelabuhan Tho Chu, wilayah barat daya Vietnam. Mereka menaiki sekoci dan mengaku mengalami kecelakaan di laut.
Otoritas Malaysia sempat merilis foto para pelaku. Mereka juga disebut beraksen Indonesia.
(mad/try)











































