Kunjungi Aceh, Bush dan Clinton Terkejut dan Terharu

Kunjungi Aceh, Bush dan Clinton Terkejut dan Terharu

- detikNews
Minggu, 20 Feb 2005 15:15 WIB
Banda Aceh - Dua mantan Presiden AS George Bush dan Bill Clinton terkejut dan terharu setelah melihat langsung kondisi Aceh pasca tsunami. Mereka terkejut dengan akibat yang ditimbulkan tsunami. "Unbelieveble," kata Bush. Setelah tiba di Landasan Udara Iskandar Muda, Aceh Besar sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (20/2/2005), Bush dan Clinton beserta rombongan melihat kondisi Aceh. Untuk kepentingan ini, tiga helikopter Chinook dikerahkan. Bush dan Clinton berada di satu heli, bersama para pengawalnya. Satu heli disiapkan untuk para wartawan AS yang dibawa oleh Clinton dan Bush. Sedangkan heli sisanya ditumpangi Menko Kesra Alwi Shihab, Menlu Hasan Wirajuda, dan Wagub Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Azwar Abu Bakar. Ketiga heli ini berputar-putar di atas wilayah Aceh. Bush dan Clinton meliaht dari udara tentang kondisi Aceh setelah dihantam Tsunami. Sekitar pukul 12.00 WIB, Bush dan Clinton mendarat di dekat masjid Lampuuk, Aceh Besar. Saat tiga heli itu akan mendarat, sekitar 100 pengungsi sudah dikumpulkan di dekat masjid tersebut. Mereka dikumpulkan di sebelah kiri. Sementara di sebelah kanan dikumpulkan sejumlah wartawan dan LSM. Setelah turun dari heli, Bush dan Clinton menyalami para pengungsi tersebut. Keduanya juga mengajak dialog para pengungsi dengan bantuan penerjemah. "Apa yang kami lihat di televisi, hanya sebagian kecil dari apa yang kami lihat sendiri di sini. Di kampung ini, 80 persen penduduknya meninggal akibat tsunami," kata Clinton tampak terkejut dan terpana. Di tempat ini, Clinton juga berdialog dengan seorang anak bernama Aulia Rahman (12), kelas 6 SD Lampuuk. Aulia Rahman kehilangan ayahnya dan para keluarganya, karena menjadi korban tsunami. "Ada seorang anak yang kehilangan ayahnya. Dia butuh rumah dan sekolah," kata Clinton. Clinton dan Bush sendiri juga terkejut dengan apa yang terjadi di Lampuuk. Keduanya tampak geleng-geleng kepala melihat dari dekat daerah ini. Apalagi, setelah melihat masjid Lampuuk, yang merupakan satu-satunya bangunan yang masih berdiri di kawasan pantai itu. "Saya tidak pernah melihat yang seperti ini. Unbelieveble," kata Bush. Ketika ditanya wartawan mengenai berapa dana yang diberikan AS untuk korban tsunami, Clinton menyatakan, rakyat AS sudah mengumpulkan US$ 400 juta dan pemerintah AS sudah berkomitmen untuk membantu US$ 950 juta. "Tidak begitu penting, berapa besar yang kita berikan, tapi yang penting bagi kita bagaimana mengirimkan air bersih, makanan, dan lain-lain ke Aceh dan juga di tempat-tempat yang terkena tsunami," kata dia. "Untuk proses recovery di seluruh kawasan, dibutuhkan waktu 3-5 tahun ke depan. Sebagai utusan khusus PBB, saya berusaha mengumpulkan uang sebanyak mungkin," kata Clinton, yang menjadi duta PBB untuk menangani bantuan kepada sejumlah negara yang terkena tsunami itu. Saat mendarat, Bush dan Clinton tidak menengok kondisi masjid itu. Keduanya hanya di tempat ini sekitar 45 menit. Setelah berdialog dengan pengungsi, Bush dan Clinton meninggalkan lokasi dan terbang menuju Lanud Iskandar Muda. Dari Lanud, Bush dan Clinton kemudian menuju Srilanka. Pengamanan Ketat Saat Bush dan Clinton berada di dekat masjid Lampuuk, pengamanan terhadap keduanya berlangsung sangat ketat. Selain dijaga aparat TNI, keduanya juga dijaga oleh para pengawalnya dari AS yang bersenjatakan senjata api laras panjang. Saat jumpa pers digelar, para wartawan juga tidak diperkenankan mendekati Bush dan Clinton. Mereka hanya boleh meliput dari jarak sekitar 50 meter. Para wartawan yang meliput kunjungan Bush dan Clinton ini juga tidak diperbolehkan membawa tas, peralatan reportase, dan handphone. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads