Pengakuan baru itu disampaikan Agus saat diperiksa sebagai saksi tersangka kasus penelantaran anak Margriet. Agus berkicau Angeline diberikan tugas berat mulai dari memasak, mengepel hingga memberi makan ayam. Bocah cantik berambut panjang ini juga kerap dimarahi Margriet.
Pria yang baru bekerja sebulan di rumah Margriet itu mengaku sempat mendengarkan teriakan Angeline. Ia lalu masuk ke kamar dan diminta Margriet membungkus dan membantu mengubur jasad Angeline.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, kesaksian Agus masih terus ditelusuri kebenarannya oleh aparat kepolisian. Sebab, Agus seringkali memberikan keterangan yang berubah-ubah. Sementara itu, tim kuasa hukum Margriet membantah pengakuan-pengakuan Agus tersebut.
Berikut 4 pengakuan baru Agus:
1. Angeline 'Kerja Keras'
Agus menjadi saksi untuk tersangka kasus penelantaran anak Margriet. Agus mengungkapkan Angeline melakukan 'setumpuk' tugas.
"Jadi menurut AG, adik kita Angeline ini memasak, mengepel, memberi makan ayam. Kemudian kalau ke sekolah yang jaraknya jauh dia jalan sendiri," jelas pengacara Agus, Haposan Sihombing, Jumat (19/6/2015).
Menurut Agus, sikap Margriet yang emosional kerap menjadi kendala. Tak hanya Angeline, Agus juga kerap dimarahi bila salah memberi makan ayam.
"Misalnya kalau makanan ayam cepat habis, itu dimarahi," jelas Haposan.
Dia menegaskan, kliennya baru sebulan di rumah itu, namun melihat perlakuan yang diterima Angeline. "Nanti biar penyidik saja yang membuktikan, proses kan berjalan terus," ujarnya dia.
2. Teriakan 'Lepaskan Mama'!
Muncul pengakuan-pengakuan Agus terkait keterlibatan Margriet yang juga sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus penelantaran anak.
"Ada keterangan baru," jelas pengacara Agus, Haposan Sihombing, Jumat (19/6/2015).
Haposan menjelaskan Agus mengaku hanya membantu mengambil boneka, membungkus dengan seprei, dan menguburkan.
"Jadi AG mengaku, dia mendengar teriakan lepaskan mama. Kemudian AG masuk ke kamar, dia diminta membantu membereskan jasad Angeline dan menguburkannya," terang Haposan.
3. Imbalan Rp 200 Juta
Haposan menyampaikan kliennya, Agus, dijanjikan imbalan Rp 200 juta oleh Margriet.
Agus juga diminta mengaku sebagai pelaku pembunuhan dan pemerkosaan.
Lalu bagaimana dengan keterangan Agus yang berubah-ubah? "Ini kan sejak awal dia mengaku ada ancaman, nah ini saya rasa ada sesuatu. Silakan pihak kepolisian membuktikan, ini kan AG ada pengakuan," imbuh dia.
4. Agus Sebut Margriet Bunuh Angeline
Agus Tay menyeret Margriet sebagai otak pembunuhan Angeline.
"Jadi berdasarkan keterangan tersangka AG, dia menyatakan keterangan pemukulan dan pembunuhan adik kita Angeline Ibu Margriet," terang pengacara Agus, Haposan Sihombing, Jumat (19/6/2015).
Menurut Haposan, Agus mengaku dia hanya mengambil boneka, seprai, dan membungkus jenazah Angeline dan meletakkannya di lubang kecil di belakang rumah. "Lubang itu bahkan sempat dilebarkan. Dan Ibu M sempat membetulkan letak jenazah," terang Haposan.
Halaman 2 dari 5










































