Kisah Ahok dan Syarat 'Gratisan' Maju Pilgub 2017

Kisah Ahok dan Syarat 'Gratisan' Maju Pilgub 2017

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2015 09:25 WIB
Kisah Ahok dan Syarat Gratisan Maju Pilgub 2017
Jakarta - Pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) makin gencar bergerilnya mempersiapkan Pilgub 2017. Ahok berterima kasih atas dukungan yang diberikan tetapi ia mengajukan syarat.

Ahok belum berfikir untuk maju lagi memperebutkan kursi DKI 1. Ia juga belum memutuskan apakah memilih jalur independen atau parpol untuk maju ke Pilgub 2017.

Namun demikian, Ahok berterima kasih atas gerakan relawan yang menggalang KTP dan mendirikan posko-posko. Bagi Ahok, dukungan tersebut diterimanya sepanjang para pendukung tidak meminta imbalan. "Aku maunya yang gratisan melulu!", kata Ahok.


Berikut 3 kisah itu:


1. Posko Gratis



@temanAhok, para pendukung mantan Bupati Belitung Timur itu mulai mendirikan posko di berbagai wilayah Jakarta. Ahok menyambut baik.

"Kalau saya didukung mau bagaimana? Kagak keluar duit lagi kan? Aku maunya yang gratisan melulu deh," kata Ahok Jumat (19/6) kemarin.

Ahok mengklaim semakin banyak orang yang mendukung dirinya mempertahankan kursi DKI-1. Dia tak akan menolak dukungan-dukungan yang datang, asal tak meminta bayaran. "Sekarang orang bikin posko, enggak minta duit, enggak ngelapor ke kita terus tiba-tiba nganterin 1 juta KTP, masa kamu tolak? Terus form-nya benar lagi semua," ulasnya.

Jumat (19/6) kemarin, Ahok mengaku didatangi seseorang di kantornya. Orang tersebut mengatakan bersedia mengumpulkan ratusan ribu fotokopi e-KTP secara cuma-cuma tanpa bayaran demi mendukung Ahok. "Saya bilang, kalau bapak mau kasih ya silakan dan terima kasih saja. Duit juga dia, capai juga dia," pungkas Ahok.

Posko didirikan di antaranya di Menteng Dalam, Grogol dan Kalideres. Posko-posko ini menerima warga yang ingin mendukung Ahok dalam bentuk fotokopi e-KTP.


2. 'Lumayan Ada yang Dukung'


Langkah Ahok untuk kembali maju Pilgub 2017 mendapat dukungan dari sekelompok relawan. Kelompok tersebut menamakan diri mereka 'Teman Ahok'.

"Terima kasih, lumayan kalau ada yang dukung," ujar Ahok sambil tersenyum saat dikonfirmasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).

"Kan mesti ada satu juta KTP, nanti kalau baru kekumpul berapa dulu saya ngajak (ketemu) pada bikin lagi website (serupa) kedua dan ketiga. Bisa mabok saya. Kita kumpulin dulu dong. (Nanti) Yang ngajak saya (ketemu), pasti mereka," lanjutnya.

Ahok mengaku tahu gerakan pengumpulan KTP yang digalang komunitas 'Teman Ahok' itu melalui situsnya dari sebuah media. Dia pun menyambut positif gerakan tersebut. "Jadi (kalau) baru ngumpulin saja langsung saya ngajak ketemu, nanti bisa jadi langsung nggak kerja dia. Saya (tahu 'Teman Ahok' karena) baca di media juga. Aku baca media melulu," tutup Ahok terkekeh.

Seperti diketahui, menyusul Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 yang telah memperketat syarat pencalonan kader independen atau perseorangan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) membuat komunitas 'Teman Ahok' mengumpulkan KTP. Sebab, ada kemungkinan Ahok, yang sampai ini belum memiliki kendaraan politik, akan maju dengan jalur itu di tahun 2017 mendatang.

'Teman Ahok' merupakan situs gerakan yang berdiri untuk memberikan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (current) atau yang akrab disapa Ahok untuk dapat memerangi oknum-oknum yang dapat melakukan penyalahgunaan kekuasaan.


3. Mau Saya Ya Bergerak Dong!


Ahok ingin maju Pilgub DKI 2017 lewat jalur independen (non-parpol), meski kini tawaran jalur dari partai politik sudah mulai muncul. Untuk persiapan maju lewat jalur independen, Ahok berharap agar rakyat bergerak mengumpulkan dukungan.

"Kalau kamu mau saya, ya kamu gerak dong. Kalau saya yang menggerakkan, capek dong, kita kan maunya gratisan saja," ucap Ahok dengan bernas namun santai, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Ahok mengaku tak melakukan persiapan khusus menyongsong Pilgub DKI 2017, termasuk mengumpulkan syarat dukungan, yakni dukungan berbentuk fotokopi e-KTP minimal sebanyak 750 ribu lembar.

"Malas aku. Kalau calon independen, biar rakyat saja yang kumpul sendiri. Pusing banget," ujarnya.

Selain kemungkinan maju lewat jalur independen, Ahok juga membuka diri maju Pilgub DKI 2017 lewat jalur partai politik. Partai NasDem, lewat tuturan Ketua Fraksi di DPRD DKI Bestari Barus, menyatakan membuka diri untuk Ahok. Ahok menyatakan akan melihat situasi sebelum memutuskan menerima tawaran NasDem, maju lewat jalur independen, atau bahkan tak maju di Pilgub DKI 2017.

Halaman 2 dari 4
(aan/bag)


Berita Terkait