Ditemukan luka-luka pada wajah dan tubuh bocah tersebut. "Pada telinga, tengkuk, paha dan lengan terdapat tanda merah akibat cubitan. Selain itu pada bagian dadanya juga ditemukan luka gigitan dan mengeluarkan cairan," ujar salah seorang petugas medis kepada wartawan, Jumat (19/6/2015).
Putra korban saat kejadian berada dirumah tersebut, diduga ia menyaksikan saat sang ibu tewas tergantung. Keterangan forensik menyebut diduga sebelum digantung di selasar rumahnya korban sudah dalam keadaan tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi sendiri sudah mengamankan Andrian Maulana saksi yang pertama kali menemukan korban tewas. Andrian sendiri berstatus sebagai pemberi informasi bagi kepolisian. Keduanya tinggal di Asrama Perintis yang biasanya ditinggali oleh anggota kepolisian.
Menurut keterangan warga, selama 5 bulan tinggal di komplek tersebut korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup, ia hanya keluar saat ada keperluan untuk berbelanja ke warung.
"Ia tak pernah berbaur dengan warga lainnya. Terkesan tertutup, tidak suka ngobrol dengan warga, seperti perempuan-perempuan lainnya," ujar Yusup Komarudin ketua RW 03.
Sementara itu ibu korban, Itoh mengakui jika putrinya belum menjadi istri dari Andrian Pradinata. Mereka nekat tinggal berdua tanpa status ikatan suami istri di asrama polisi, pihak keluarga tak merestui hubungan keduanya karena Andrian tak memiliki pekerjaan tetap.
"Keluarga nggak merestui hubungan mereka, makanya dia (korban) pergi dari rumah dan tinggal sama si Andrian," ujarnya. (fdn/fdn)











































