"Aku nggak mikir iku," kata Tri Rismaharini di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2015).
Risma akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini. Selama 5 tahun terakhir, ia menerima beragam penghargaan di antaranya Kota Terbaik se-Asia Pasifik versi Citynet (2012), 10 wanita paling inspiratif 2013 versi Majalah Forbes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, Risma lebih memilih untuk terus bekerja membenahi Surabaya menjadi kota yang nyaman dan ramah serta manusiawi. "Yang penting itu kerja untuk rakyat, nanti di akhirat aku ditanyai itu, dosa kalau aku ga mikirno rakyatku," katanya.
Risma memang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan keras kepala. Saat bekerja, dirinya tidak mau diusik. Apalagi ketika wartawan minta wawancara di saat blusukan atau di lapangan pasti tak akan dilayani.
"Kalau aku pas kerjo ojo ditakoni, konsentrasiku bubar engko," kilah Risma memberikan rahasianya kepada wartawan yang menemuinya di ruang kerjanya.
Dan satu lagi, jangan berharap memperoleh jawaban dari Risma terkait dicalonkannya kembali wali kota Surabaya perempuan ini dari PDIP di Pilkada Surabaya pada Desember 2015.
Jawabannya sudah bisa diterka. "Aku moh. Moh ngomong kui, opo ae," jawab Risma.
Entah sampai kapan Risma puasa bicara pencalonannya dalam Pilkada Surabaya. Kita tunggu jawabannya!
(gik/fdn)











































