Semangati Penderita Kanker Serviks, Aktor Donny Kesuma Cerita soal Ria Irawan

Semangati Penderita Kanker Serviks, Aktor Donny Kesuma Cerita soal Ria Irawan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 19 Jun 2015 17:32 WIB
Semangati Penderita Kanker Serviks, Aktor Donny Kesuma Cerita soal Ria Irawan
Penderita kanker serviks Nuryati (38) saat dirawat di RSUP Dr Kariadi, Semarang. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Nuryati (38) seorang pasien RSUP Dr Kariadi Semarang berbinar ketika melihat aktor bertubuh tegap, Donny Kesuma menghampirinya. Namun ia hanya bisa mengangkat tangannya dan tidak bisa bangun dari ranjang karena kanker serviks yang dirasa semakin sakit.

Donny dengan cepat langsung meraih tangan Nuryati, mereka berdua langsung bercengkrama. Aktor film My Idiot Brother itu mencoba memberi semangat Nuryati yang rambutnya terpaksa dicukur habis dan harus berkali-kali menjalani kemoterapi.

"Gimana, Mbak? Sudah baikan? Ria Irawan juga begini, tetap semangat, Mbak," kata Donny di Ruang Rajawali 4.1 A RSUP dr Kariadi Semarang sebelum penyerahan bantuan biaya hidup bagi pasien kurang mampu oleh PT Sido Muncul dan Berlico Farma, Jumat (19/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Donny kemudian bercerita tentang semangat Ria Irawan menghadapi penyakit kanker getah beningnya. Menurut Donny Ria merupakan contoh tepat untuk menyemangati Nuryati karena jika Nuryati sendiri tidak memiliki semangat, maka kondisi tubuh akan terus menurun.

"Penderita kanker biasanya semangat di awal pertama kemo, tapi di tengah-tengah menyerah. Ria kan selalu mengkampanyekan tidak bisa menyerah, harus sembuh. Ya memang kalau dari diri sendiri sudah nyerah, dia tidak bisa menghasilkan enzim yang bisa membunuh kanker," tegasnya.

Tidak hanya Donny, petinju Chris Jhon juga datang dan berbincang dengan ibu tiga anak itu. Nuryati terlihat senang karena sudah dua bulan ini ia terpaksa dirawat inap karena kondisi tubuhnya memburuk.

Nuryati merupakan salah satu dari puluhan penderita kanker serviks yang dirawat di sana. Ia warga Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang dan sudah dua bulan dirawat di RSUP dr Kariadi. Sebelumnya Nuryati dan keluarganya harus bolak-balik Semarang-Batang untuk kemoterapi.

"Kalau dulu habis kemoterapi, lima hari pulang, ini sudah kemo tujuh kali tapi yang terakhir kondisinya drop, harus opname, sudah dua bulan ini," kata Adik Nuryati, Siti (29).

Biaya berobat dan kemoterapi pasien di RSUP dr Kariadi memang dibiayai menggunakan BPJS, namun ternyata masih ada permasalahan yaitu biaya hidup keluarga penunggu pasien.

"Ya sehari itu bisa habis Rp 100 ribu untuk biaya hidup," ujar Siti.

CEO PT Sido Muncul, Irwan Hidayat melihat hal tersebut dan membantu dengan  memberikan biaya hidup bagi keluarga pasien kurang mampu di RSUP dr Kariadi Semarang senilai Rp 210 juta untuk 410 pasien dan RS Pantiwilsa senilai Rp 50 juta.

"Di samping biaya berobat juga biaya pendamping, pertama kali sudah di  Yogyakarta di RS dr Sardjito, nanti kita akan jalan terus," terang Irwan Hidayat.

Bantuan diserahkan oleh Direktur PT Sido Muncul, David Hidayat kepada direktur RSUP dr Kariadi Semarang dan direktur RS Pantiwilasa disaksikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo mengapresiasi bantuan tersebut, bahkan ia bercerita pengalamannya sendiri saat menjaga kakak iparnya yang juga menderita kanker serviks dan sempat dirawat tiga bulan di rumah sakit.

"Saya mengalami sendiri, kakak ipar kena serviks di Jogja tiga bulan, saya tidur di rumah sakit, saya waktu itu masih mahasiswa. Betul, kita survival cari uang sana sini. Sudah sakit, kepala sutris (stres), kahanan, jiwa raga, yang jaga tapi juga harus sehat. Bolongan kecil ini yang diintip Pak Irwan untuk berbagi, mudah-mudahan diikuti yang lain, sulit untuk memaksakan," tandas Ganjar. (alg/rul)


Berita Terkait