Annisa Mutia (17) yang merupakan mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) mengaku tidak menyangka menjadi sasaran perampok. Untungnya dia punya bekal bela diri, dan kemudian melawan aksi para begal.
"Saat itu aku memberanikan diri untuk melawan," kata Annisa di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (28/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba-tiba mereka dipepet dua pria yang berboncengan naik sepeda motor Yamaha Jupiter. Salah seorangnya malah mengacungkan pisau yang panjangnya sekitar 15 cm.
"Saat aku dipegang kerah bajuku, pelaku lain juga menodong aku dengan pisau, dan mereka meminta aku untuk menyerahkan handphone dan uang, namun aku tak memberikannya," kata Annisa yang tinggal di kawasan Medan Selayang.
Rupanya Annisa tergabung dalam Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) Sumut. Dia tak takut dengan ancaman itu dan justru mengajak pelaku berkelahi.
"Aku bilang ke mereka, kalau berani tak usah pakai pisau. Kalau memang berani ayo kita berkelahi," kata Annisa.
Anehnya, Firman yang baru dikenalnya itu tak ikut membantu melawan dua begal. Tetapi sebagai seorang atlet beladiri, dia tak terlalu terpikir akan hal itu.
Perkelahian terjadi sekitar sepuluh menit. Saat itu ada pengembala lembu yang melihat Annisa ditodong, datang membantu.
Tak lama warga lain juga ikut menolong, pelaku sempat lari namun dapat dikejar dan babak belur dihajar warga. Seterusnya diserahkan ke Polsek Pancur Batu.
Pelaku yang belakangan diidentifikasi sebagai JSD (15) dan FP (15) kini masih ditahan polisi. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua pelaku menyatakan Firman yang semula membonceng Annisa ikut mendesain perampokan. Tentunya Firman yang juga mahasiswa itu pun ikut diperiksa oleh polisi.
(van/van)











































