Jaksa Agung: Seleksi Internal untuk Daftar Capim KPK Belum Final

Jaksa Agung: Seleksi Internal untuk Daftar Capim KPK Belum Final

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 19 Jun 2015 14:40 WIB
Jaksa Agung: Seleksi Internal untuk Daftar Capim KPK Belum Final
Jakarta - Kejaksaan Agung masih melakukan seleksi internal untuk mencari kandidat jaksa yang akan didaftarkan sebagai calon pimpinan KPK. Jaksa Agung M Prasetyo pun masih mencari kandidat yang pas untuk direkomendasikan.

"Sekarang belum final. Kita bicarakan dengan jaksa muda," ungkap Prasetyo di kantornya, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (19/6/2015).

Teknis yang dilakukan Kejagung untuk mencari calon yang akan didaftarkan salah satunya dengan melakukan penawaran kepada para jaksa. Sayangnya, Politisi Nasdem tersebut masih enggan membeberkan nama-nama jaksa yang mungkin menjadi kandidat.

"Kita akan lakukan semacam penawaran pada mereka, kita juga akan menilai yang menawarkan diri itu layak atau tidak. Namanya nanti sekalian dirilis," kata Prasetyo.

Hingga saat ini, disebut Prasetyo, belum ada jaksa yang mengajukan diri untuk ikut dalam bursa pencalonan yang akan didaftarkan ke Pansel capim KPK. "Belum ada. Kalau ada yang ngelamar dan dianggap layak dan patut, kita akan ajukan," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Pansel KPK Destry Damayanti menjemput bola dengan mendatangi Korps Adhyaksa tersebut untuk memberikan rekomendasi jaksa yang akan didaftarkan sebagai capim KPK. Pada pertemuan yang digelar pada Selasa (16/6), terkuak ada beberapa nama usulan Jaksa Agung M Prasetyo.

"Beliau (Jaksa Agung) akan mengusulkan beberapa nama tapi belum disebut siapa. Tapi sebenarnya mereka juga sedang membahas," ucap Destry usai menemui Prasetyo.

Sementara itu menurut Kapuspenkum Tony T Spontana, ada 5 nama jaksa yang sudah berada di meja Jaksa Agung untuk diajukan sebagai capim KPK. Salah satunya perempuan. Tony menegaskan jaksa-jaksa itu nantinya akan mendaftar secara pribadi dan bukan titipan dari Kejagung.

"Kalau jaksa aktif harus seizin Jaksa Agung tetapi nanti mendaftar sebagai pribadi. Nanti dia kalau terpilih ya mundur dari jabatannya," tegas Tony, Kamis (18/6). (ear/vid)


Berita Terkait