"Rencana malam Minggu, tapi Presiden ke Bangka Belitung sehingga diundur minggu depan," kata Sekjen NasDem Patrice Rio Capella di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2015).
Rio mengatakan, pertemuan KIH dengan Presiden ini rutin digelar hampir setiap sebulan sekali. Pertemuan biasanya digelar di Istana Negara, dihadiri seluruh ketua umum, sekjen, dan ketua fraksi-fraksi KIH, serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal dana aspirasi, Rio mengatakan belum ada pembicaraan di internal KIH apakah akan menyamakan pandangan. Pasalnya, NasDem dan Hanura sudah menyampaikan penolakan terhadap usulan program senilai Rp 20 miliar tiap anggota DPR tersebut, namun fraksi lain belum.
"Kita belum duduk bersama menolak dana itu. Ada kawan tanya kenapa NasDem tolak, saya katakan kami akan ikut jika bisa menjawab prtanyaan yang kami ajukan, sepanjang tidak bisa dijawab kami tolak," tutur anggota komisi III DPR itu.
Sementara soal reshuffle, Rio mengatakan KIH dalam posisis pasif karena menjadi hak prerogatif Presiden. Kecuali ada pertanyaan atau permintaan dari Presiden agar parpol pengusungnya memberikan masukan menyikapi rencana reshuffle.
"Kalau Presiden tanya kita kasih masukan, bagaimana PDIP, bagaimana NasDem, dan lainnya. Kita kasih pendapat. Tapi reshuffle itu harus didasarkan kebutuhan, kalau Presiden bilang butuh ya silakan," ucap Rio.
"Presiden sudah beri dua kali sinyal bilang akan mengganti menteri. Menurut saya itu tanda kehati-hatian Presiden, melihat kalau ada reshuffle gejolak masyarakat bagaimana," imbuhnya. (bal/trq)











































