"Tersangka membawa sabu dari China. Barang (sabu) masuk dalam alat terapi pijat kaki. Namun dari China alat ini sudah dirubah fungsi dari alat pijat kaki jadi tempat sabu," jelas Susetio di Mapolres Jakarta Utara, Yos Sudarso, Jakut, Jumat (19/6/2015).
16 Dus alat kesehatan refleksi berwarna merah serta putih ini menunjukkan barang dari China. Hal itu terlihat dari gambar serta tulisan yang menggunakan bahasa China.
Alat pijat refleksi ini dimodifikasi untuk menyelundupkan sabu dari China (Taufan/detikcom) |
Adapun, alat kesehatan refleksi ini berbentuk bulat, serta dibagian kanan dan kiri alat tersebut terdapat bentuk telapak kaki yang berfungsi sebagai alat pijat. Dari luar, alat pijat tersebut tidak tampak mencurigakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susetio menjelaskan, di dalam alat kesehatan tersebut tersimpan sabu berbentuk kristal putih yang dibungkus menggunakan plastik hitam. Seluruh sabu berasal dari Guangzhou, China, yang dibawa melalui jalur laut.
"Sabu diamankan bersama seorang kurir Dwi Yanti," ucapnya.
Pria yang akrab disaba Setio ini membeberkan bahwa sabu seberat 16 Kg tersebut dipesan dari Guangzhou, China oleh warga Nigeria berinisial ST. ST memesan sabu dari Nigeria kepada bandar sabu internasional WG yang berasal dari Guangzhou, China.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Apollo Sinambella, mengatakan sabu tersebut akan dibawa oleh tersangka Dwi Yanti ke Tanah Baru, Depok, Jawa Barat.
"Rencananya sabu itu akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya," ujar Apollo. (tfn/vid)












































Alat pijat refleksi ini dimodifikasi untuk menyelundupkan sabu dari China (Taufan/detikcom)