Pengalaman Masa Kecil Thalia yang Membawanya Menjadi Berani

Berani dan Menginspirasi

Pengalaman Masa Kecil Thalia yang Membawanya Menjadi Berani

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 19 Jun 2015 12:05 WIB
Pengalaman Masa Kecil Thalia yang Membawanya Menjadi Berani
Jakarta - Thalia Susanti (22) masih tak menyangka bahwa aksi refleksnya membuat dia diganjar penghargaan dari Polres Sukabumi. Waktu itu dia menendang seorang rampok sepeda motor yang beraksi di rumahnya.

Thalia bahkan tak berbekal kemampuan bela diri sejak kecil. Tidak pula kedua orang tuanya.

"Ada satu pengalaman waktu kecil yang membuat saya berani sampai sekarang," tutur Thalia saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (18/6/2015).

Dia bercerita pengalaman dia saat sedang berjalan-jalan dengan ibunya pada sebuah tempat perbelanjaan. Thalia digandeng erat oleh sang ibunda karena suasana sangat ramai.

"Waktu itu saya lihat gerak-gerik orang mencurigakan. Ada orang seperti mau mencopet. Awalnya saya ragu-ragu, mau menghampiri juga tidak berani karena masih kecil. Saya lalu teriak saja dan ternyata benar orang itu jadi batal mencopet lalu panik dan lari," kata Thalia.

Sejak saat itu tertanam dalam diri Thalia bahwa tak perlu ragu untuk beraksi tegas kepada yang salah. Mengenai hasilnya, dia pasrahkan saja pada kuasa Illahi.

"Orang tua saya selalu berpesan bahwa kita harus bisa bedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ketika itu sudah bisa, maka kita akan berani dengan sendirinya," tutur dia.

Aksi berani Thalia dilakukan saat memergoki ayahnya ditodong pistol oleh kawanan perampok. Tanpa ragu dia langsung menahan pistol itu dan menendang si bandit yang bernama Dulah (28).

Sementara itu ketiga rekan Dulah berhasil kabur dan menggondol motor milik ayah Thalia. Tetapi setidaknya sang ayah selamat dari todongan revolver 6 peluru aktif itu.

Oleh karena aksi tersebut, Thalia diundang oleh Polres Sukabumi untuk mendapatkan apresiasi. Senyum Thalia merekah pada saat menerima piagam dari Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Fathoni, Rabu (17/6).

Selain penghargaan juga ada uang 'kadeudeuh' atau kasih sayang yang tak disebutkan besarannya. Penghargaan ini dimaksudkan agar warga semakin berani dan bersama polisi melawan kejahatan.

Polisi menyatakan bahwa tak lama setelah Dulah yang babak belur ditendang Thalia itu diamankan, motor ayah Thalia sudah didapatkan. Motor itu diamankan bersama kawanan Dulah yang ternyata berjumlah 7 orang di sebuah tempat penadah.

"Ada polisi yang bilang sudah, tapi ada yang bilang belum. Saya sendiri masih belum lihat motor itu tapi semua saya percayakan kepada pihak kepolisian," ungkap Thalia. (bpn/van)


Berita Terkait