Ya, ada 50 volunteer yang terlibat. Mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Indonesia Diaspora (Singapura, Tokyo, Mountain View). Mereka menjadi kiblat anak muda Surabaya untuk selalu berpikir kreatif.
Dalam masa pengglembengan selama tiga bulan tersebut, para volunteer membantu peserta Start Surabaya untuk menuangkan ide-ide mereka melalui karya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian volunteer technical, dan volunteer bisnis yang siap memberi cakrawala tentang peluang bisnis di era kemajuan teknologi informasi saat ini.
Lalu, siapa saja para volunteer yang berada di balik layar menggawangi para peserta Start Surabaya itu? Mereka di antaranya adalah Adi Satria, dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya. Pria yang akrab disapa Adi ini, memiliki segudang karya yang tidak diragukan lagi.
"Saya memang suka dengan dunia animasi dan desain sejak kecil. Khususnya animasi perfilman. Bahkan itu sampai kebawa mimpi. Mimpinya aneh banget, waktu itu saya hidup dalam film noir, hitam dan putih. Kontras tinggi, saturasi rendah dan juga penuh dengan misteri," kisahnya tentang dunia desain.
Di bidang desain, Eka Pramudita Muharram juga turut andil menjadi salah satu mentor di Start Surabaya. Pria yang memiliki skill di bidang game art, character design, illustration, environment design, animation, dan game design ini merupakan salah satu pengurus komunitas Game Developer Arek Suroboyo (GADAS).
"Saat ini, saya menjadi Creative & Art Director Elven Games dan sedang mendirikan sebuah studio game yang diberi nama Mojiken. Dunia saya sejak dulu dikelilingi dengan game. Bahkan saat buang air besar pun saya main game," katanya.
Di bidang technical ada David Boy Tonara dari Universitas Ciputra. Salah seorang dosen di Universitas Ciputra yang dekat dengan mahasiswanya ini adalah jebolan IT.
Pria perlente ini pernah bekerja sebagai senior software developer sebelum menjadi dosen hingga sekarang. Selain hobi berburu tiket perjalanan murah, David ini juga ahli programming dan analisis data.
Dan keahliannya ini yang membuat para peserta Start Surabaya kian tertantang untuk belajar lebih banyak kepadanya.
Selain itu, para mentor lain juga ada dari dosen di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), Indra Maryati. Sebagai programmer, ia pernah membuat aplikasi Android untuk bemo di Surabaya. Ia juga menjabat sebagai Google Developer Group Co-Manager Surabaya sejak tahun 2012.
Lainnya, ada Agus Budi Raharjo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Johannes Candra dari Eikon Technology. Mereka berdua mempunyai latar belakang yang berbeda namun sama-sama jebolan S2 di universitas dalam dan luar negeri.
Yang paling mengesankan yakni terlibatnya artis, Dennis Adhiswara yang sekaligus sebagai Brand Ambassador YouTube Indonesia. Di Start Surabaya Dennis membagi banyak trik tentang bisnis di era banjirnya teknologi informasi. Pendiri Layaria ini saat ini sedang konsentrasi untuk membangun industri perfilman dengan konten online.
Dennis yang sempat mencicipi bekerja sebagai satpam ini punya mimpi untuk membangun perusahaan hiburan dan media yang bisa memberikan value positif terhadap khalayak luas. Caranya dengan memberi kesempatan talent untuk membuktikan diri dengan mudah di sarana media online.
Halaman 2 dari 2











































