Start Surabaya adalah program inkubasi dan akselerasi bisnis berbasis IT dari anak muda di Kota Pahlawan. Hingga sekarang, program ini sudah diikuti 120 calon entrepreneur muda yang dinyatakan memenuhi kriteria seperti berjiwa kolaboratif dan inovatif.
Start Surabaya ditujukan untuk menjaring entrepreneur-entrepreneur muda Surabaya dari usia 18-25 tahun dan ide-ide brilian mereka yang layak dikembangkan sebagai produk atau layanan berpotensi tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa inkubasi Start Surabaya berlangsung sampai tiga bulan. Masing-masing calon entrepreneur muda berkolaborasi menciptakan ide bisnis berbasis teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat. Β
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan, Start Surabaya ini diupayakan mendorong kreativitas anak muda Surabaya sesuai dengan cita-citanya.
"Terus terang, mimpi saya Surabaya bisa menjadi pusat industri kreatif di Indonesia. Saya bukan tanpa alasan, dari mulai anak-anak yang berpendidikan dan anak-anak lulusan SMA yang sudah bergerak ke industri kreatif," katanya.
Risma mengaku butuh kesungguhan kuat untuk membuat Surabaya berkembang lebih cepat sekaligus fungsional. "Surabaya tidak akan maju jika tetap bekerja menggunakan cara lama," ujar Risma.
Ia juga menyatakan gembira dan mendukung program ini karena dia yakin anak muda Surabaya mempunyai potensi yang mesti dikembangkan.
"Minimal dengan program ini, anak-anak muda sudah memiliki kunci untuk sukses di masa depan dan turut serta membangun Surabaya," katanya.
Risma menambahkan, potensi ini memerlukan wadah untuk pemuda bisa belajar. Ia mengakui hal ini tidak mudah. Makanya, Risma mengimbau agar para peserta Start Surabaya lebih gigih, kompak, dan bersedia untuk bertukar pikiran dengan cara diskusi.
Peserta dari berbagai macam kampus, jurusan, passion, bahkan karakter justru dinilai menjadi baik karena akan terjadi pertukaran keilmuan.
"Mereka dapat saling bertukar pikiran dan menguatkan ide. Karena saya yakin setiap orang memiliki pandangan dan pengalaman yang berbeda. Inilah kekuatan kita kelak," tegas Risma.
Menurut Risma, memiliki ide sehebat apapun tapi kalau tidak pernah dimatangkan dan didiskusikan dengan orang banyak akan percuma.
Karena itu, di Start Surabaya, peserta diharap berlatih untuk mempresentasikan ide dan membagi pengalaman satu sama-lainnya.
"(Diskusi) ini membuat hasil kalian lebih kuat dan detail. Akhirnya keluar berbagai macam (karya) yang beda-beda itu tapi lebih kuat. Justru ini forum (Start Surabaya) adalah sarana latihan untuk mereka. Suatu saat mereka harus presentasi di depan investor. Semua harus terbiasa dengan itu," tegasnya.
Halaman 2 dari 2











































