Waktu itu jam menunjukan pukul 20.30 WIB pada hari Kamis (4/6/2015) saat Didi tengah menonton televisi. Sayup-sayup terdengar suara mesin sepeda motor yang dinyalakan. Curiga akan hal tersebut, Didi memeriksa keluar dan ternyata empat orang tak dikenal menggerayangi motor bernopolย F 4382 TU miliknya.
Tentu saja sebagai seorang pemilik, Didi hendak menghalangi bandit-bandit itu beraksi. Tapi tak sampai Didi mengeluarkan teriakan, moncong revolver sudah ditodongkan ke arahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terdengar ribut-ribut di luar, saya lihat ayah ditodong pistol dari jendela. Saya refleks saja menahan pistol itu," kata Thalia saat bersedia menceritakan kembali aksi beraninya itu kepada detikcom, Kamis (18/6/2015).
Rupanya Thalia tak hanya menahan pistol, tetapi senjata mematikan itu berhasil dijatuhkan dari tangan si bandit.
"Begitu saya lihat pistolnya jatuh, saya refleks menendang dia di rahangnya. Lalu saya tendang lagi sampai jatuh," tutur Thalia.
Ayahnya juga kemudian membantu meringkus si bandit. Memang dasar bandit, ketiga teman sesama rampok itu bukannya menolong malah kabur sambil menggondol motor milik Didi.
Malang tak dapat ditolak, bandit bernama Dulah (28) itu kemudian menjadi bulan-bulanan warga setelah suara ribut-ribut menggema. Untung saja Thalia yang baru lulus dari sebuah akademi keperawatan itu juga berhati cantik.
"Saya tarik saja sebelum dihakimi massa sampai babak belur. Saya bilang untuk diserahkan ke polisi saja. Setelah itu tidak lama kemudian polisi datang. Mungkin sudah ada warga yang lapor jadi polisi langsung datang," tutur Thalia.
Keberanian Thalia ini kemudian mendapat penghargaan dari Polres Sukabumi. Suatu hal yang tak disangka-sangka sebelumnya oleh dia.
(van/nrl)











































