Pesantren yang memiliki metode menghafal sangat unik karena masih melestarikan, pemakaian kayu lawh, yaitu kayu yang berasal dari pohon zaitun.
Setiap harinya, santri-santri di Kota Tangier ini, mencuci kayu dan menggosoknya dengan batu sol sol. Lalu mengeringkannya diatas kompor gas. Kayupun bisa dipakai berulang-ulang hingga puluhan tahun. Tradisi ini tetap dilestarikan, karena bisa menghemat pemakaian kertas.
Saat ustad mendiktekan ayat, para santripun menulisnya di atas kayu. Tulisan santri kemudian akan dikoreksi dan jika sudah benar, baru bisa dihafal. Metode ini tidak hanya membuat santri pandai menghafal Alquran, tapi juga bagaimana menulis huruf Arab setiap ayat dengan benar.
Hingga Abdul Ba'die pun bisa hafal 7 juz Alquran di usianya yang baru 6 tahun.
Saksikan kisah Abdul Ba'die dan Thaha, penghafal Alquran cilik dari Negeri 1000 Benteng, Maroko di Hafiz Quran Dunia pada Jumat 19 Juni 2015 pukul 13.45 WIB hanya di Trans7.
Saksikan kisah selengkapnya, Abdul Ba'die dan Thaha, penghafal Alquran cilik dari Negeri 1000 Benteng, Maroko di Jumat 19 Juni pukul 13.45 WIB hanya di Trans7. (nwk/nwk)











































