"Mereka paksakan kita harus akui Munas Riau. Masuk 2 proposal ini, pokok-pokok perundingan landasan MoU tanggal 30 Mei kemarin. Dia masukan hasil Munas Riau. Ini saja sudah nggak mungkin," ungkap Waketum Golkar kubu Agung, Yorrys Raweyai dalam jumpa pers di Hotel Crown, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Kamis (18/6/2015).
Padahal menurut Yorrys, saat MoU kesepakatan dibuat atas nama Munas Ancol dan Munas Bali, bukan Munas Riau. Dalam perundingan, kedua kubu juga sepakat untuk membahas 3 poin kesepakatan terlebih dahulu yakni mengenai penjaringan untuk Pilkada. Poin ke-4 mengenai legalitas kepemimpinan partai akan dibahas belakangan karena proses hukum masih berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pegangan kita kan keputusan mahkamah partai dan SK Menkumham. Pegangan mereka putusan sela (PTUN) dan provinsi (PN Jakut). Yang dari awal sudah kita sepakati untuk ditinggalkan dulu," sambungnya.
Hari ini perwakilan kedua kubu yang disebut tim teknis sedang melakukan pertemuan untuk membahas mengenai teknis dari kesepakatan MoU. Itu untuk mengelaborasi poin-poin dari masing-masing pihak.
"Kan 2 kubu sudah mencari penjaringan, nah ini yang harus dicari gimana teknisnya. Nanti kita lihat gimana di daerah. Kedua, gimana menginventaris calon, termasuk pembiayaan. Ini yang kita harapkan," jelas Yorrys.
Kedua kubu akan kembali melakukan pertemuan besok, Jumat (19/6) di Hotel Sultan pukul 15.00 WIB untuk membahas hasil pembahasan tim teknis. Meski begitu, Yorrys menilai akan sulit perundingan tercipta melihat poin yang diajukan kubu Ical tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
"Di lampiran kedua (Mou), akan dibentuk tim nasional tiap pihak 5 orang. Ini di draft mereka tulis banyak sekali, ada 13 orang untuk tingkat 1, 11 orang tingkat 2. Punya kita jelas, 5 ya sudah 5. Kita masih sebatas mengelobarasi kesepakatan," tukasnya.
"Terus apa arti Aburizal tandatangani MoU. Pokok-pokok perundingan mereka 9 halaman. Kita hanya 3 halaman. Ini sudah bertentangan dengan kesepakatan. Kita tidak keluar dari situ. Lebih pada mengimplementasi dari MoU yang sudah kita sepakati. Mereka munculkan barang yang sudah mati (Munas Riau), kan Zombie," pungkas Yorrys. (elz/vid)











































