Islah Kubu Ical Kemungkinan Ditolak Kubu Agung

Islah Kubu Ical Kemungkinan Ditolak Kubu Agung

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 18:00 WIB
Islah Kubu Ical Kemungkinan Ditolak Kubu Agung
Jakarta - Tim dari kubu Agung Laksono dan tim kubu Aburizal Bakrie (Ical) bertemu untuk membahas mengenai pokok pikiran (pokir) islah keduanya. Kemungkinan konsep yang diajukan kubu Ical akan ditolak kubu Agung, pasalnya konsep kubu Ical mengatasnamakan Munas Riau.

"Mereka paksakan kita harus akui Munas Riau. Masuk 2 proposal ini, pokok-pokok perundingan landasan MoU tanggal 30 Mei kemarin. Dia masukan hasil Munas Riau. Ini saja sudah nggak mungkin," ungkap Waketum Golkar kubu Agung, Yorrys Raweyai dalam jumpa pers di Hotel Crown, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Kamis (18/6/2015).

Padahal menurut Yorrys, saat MoU kesepakatan dibuat atas nama Munas Ancol dan Munas Bali, bukan Munas Riau. Dalam perundingan, kedua kubu juga sepakat untuk membahas 3 poin kesepakatan terlebih dahulu yakni mengenai penjaringan untuk Pilkada. Poin ke-4 mengenai legalitas kepemimpinan partai akan dibahas belakangan karena proses hukum masih berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara substansif sudah beda, nggak konsisten aja. Padahal legal standingnya MoU. Ditandatangani sama mereka (atas nama Munas Bali, bukan Munas Riau). Draft mereka sulit kita pahami," kata Yorrys.

"Pegangan kita kan keputusan mahkamah partai dan SK Menkumham. Pegangan mereka putusan sela (PTUN) dan provinsi (PN Jakut). Yang dari awal sudah kita sepakati untuk ditinggalkan dulu," sambungnya.

Hari ini perwakilan kedua kubu yang disebut tim teknis sedang melakukan pertemuan untuk membahas mengenai teknis dari kesepakatan MoU. Itu untuk mengelaborasi poin-poin dari masing-masing pihak.

"Kan 2 kubu sudah mencari penjaringan, nah ini yang harus dicari gimana teknisnya. Nanti kita lihat gimana di daerah. Kedua, gimana menginventaris calon, termasuk pembiayaan. Ini yang kita harapkan," jelas Yorrys.

Kedua kubu akan kembali melakukan pertemuan besok, Jumat (19/6) di Hotel Sultan pukul 15.00 WIB untuk membahas hasil pembahasan tim teknis. Meski begitu, Yorrys menilai akan sulit perundingan tercipta melihat poin yang diajukan kubu Ical tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

"Di lampiran kedua (Mou), akan dibentuk tim nasional tiap pihak 5 orang. Ini di draft mereka tulis banyak sekali, ada 13 orang untuk tingkat 1, 11 orang tingkat 2. Punya kita jelas, 5 ya sudah 5. Kita masih sebatas mengelobarasi kesepakatan," tukasnya.

"Terus apa arti Aburizal tandatangani MoU. Pokok-pokok perundingan mereka 9 halaman. Kita hanya 3 halaman. Ini sudah bertentangan dengan kesepakatan. Kita tidak keluar dari situ. Lebih pada mengimplementasi dari MoU yang sudah kita sepakati. Mereka munculkan barang yang sudah mati (Munas Riau), kan Zombie," pungkas Yorrys. (elz/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads