Gara-gara SMS Nyasar Monica Tekuni Usaha Roti, Akhirnya Sukses!

Revolusi Kota

Gara-gara SMS Nyasar Monica Tekuni Usaha Roti, Akhirnya Sukses!

Zainal Effendi - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 15:16 WIB
Gara-gara SMS Nyasar Monica Tekuni Usaha Roti, Akhirnya Sukses!
(Foto: Zainal Effendi/detikcom)
Surabaya - Monica Harijati H tidak pernah menduga sebelumnya bisa menggeluti dan sukses sebagai pengusaha roti. Padahal awalnya ibu rumah tangga ini lama berkecimpung di handycraft.

Monica kepincut menekuni bisnis roti MJ Bakery Pastry sebenarnya tidak disengaja. Ceritanya Februari 2012, ketika itu Monica mendapat SMS atau pesan singkat nyasar dari aktivis Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya. Isi SMS terkait undangan pelatihan kuliner.

"Saya kaget, kok isi SMS-nya itu (ajakan) saya ikut memasak?" tutur Monica di kediamannya Jalan Darmo Indah Selatan, Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah itu selain dihuni Monica bersama keluarganya juga ditempati sebagai workshop.

Ia menduga SMS tersebut salah alamat. Karena memang ikut PE Surabaya, namun di bidang handycraft. Bahkan ia pernah menyabet Juara I Kategori Home Industry.

Namun tak lama, ia mendapat SMS lagi. Isinya sama, undangan untuk mengikuti pelatihan memasak. Lantaran tak sabar, ia pun menunjukkan itu kepada suami.Β  Suami hanya tersenyum seraya berucap, "Mungkin itu sudah jalan-Nya, ma. Jalani dan ikuti saja," kata Monica menirukan ucapan suami.

Monica memutuskan untuk mengikuti pelatihan memasak. Setelah ikut demo dan pelatihan masak, Monica akhirnya mengerti soal bumbu-bumbu. Ia juga bisa membikin kue.

Monica ingat betul, saat menghadap Lukman Hakim, juri Pahlawan Ekonomi Surabaya yang juga salah satu pendiri Surabaya Hotel School (SHS).

Ketika itu, ia membawa roti yang dibeli dari brand terkenal di Surabaya. "Ia meminta sang juri untuk mengajari membuat roti dengan cita rasa yang sama.

Juni 2012, Monica diajari cara membuat roti oleh Chef Muawal sama Chef Eko, (keduanya juri Pahlawan Ekonomi Surabaya). Usaha keras untuk bisa membuat roti pun dilakoni. Namun, roti buatannya dikritik suami dengan dalih kurang empuk dan kurang bagus. Kritik itu menjadi cambuk baginya.

Monica nekat memasarkan roti dan kue ciptaannya, namun tidak laku. Ia tak patah arang, lantas menjual murah, seribuan dan laku. "Itung-itung buat ganti ongkos produksi saja," ujarnya.

Pengalaman itu menjadi pelajaran bagi Monica. Pelan tapi pasti, ia mencoba berbagai resep. Membuat roti kemudian dicicipi. Tak terhitung berapa kali ia mencobanya. Hingga akhirnya, roti ciptaannya empuk dan lezat. Ketika dilempar ke pasar, pembelinya banyak. Enam bulan produksi, Monica bisa beli oven besar dari hasil menjual roti di 10 tempat.

Kini, roti buatan Monica sudah banyak dipasarkan di beberapa gerai dan mal. Order dari berbagai instansi juga membanjir. Beberapa pengecer juga kerap ngantre di rumahnya untuk membeli roti buatannya.

"Kalau sekarang roti saya diujikan dengan roti merek terkenal, saya berani," ujar Monica. (ze/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads