Jalanan di kota Amsterdam memang mayoritas tak begitu lebar. Sedikit-sedikit, melintasi jembatan.
Di Amsterdam tidak ada tol dalam kota. Jalan bebas persimpangan sebidang itu hanya ada di luar kota yang membentuk ring road.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk transportasi umum, trem bisa menjadi pilihan yang sangat bisa diandalkan. Berpusat di Stasiun Sentral, dia bisa menjangkau jalan-jalan Amsterdam, baik jalanan protokol sampai jalan yang berukuran relatif sempit itu tadi.
Untuk jalan ukuran besar, ada tempat khusus di tengah jalan untuk lintasan trem. Untuk jalan berukuran sedang, lintasan trem bercampur dengan lintasan umum. Hebatnya, lalu lintas tetap rapi. Pengguna sepeda, pemotor dan pejalan kaki menyesuaikan diri ketika trem mendekat.
Warga Amsterdam memilih menggunakan kartu langganan agar mendapatkan tarif yang lebih ekonomis. Sedangkan bagi pelancong, bisa menggunakan kartu sekali jalan dengan tarif 2,9 euro per satu jam.
Kartu bisa dibeli di stasiun. Namun bagi mereka yang naik dari halte, tak perlu khawatir. Kartu perjalanan juga bisa didapatkan di dalam trem karena ada petugas di atas kereta yang menjualnya.
Bagi mereka yang ingin lebih cepat menjangkau titik-titik di Amsterdam, bisa menggunakan kereta Metro yang beroperasi di bawah tanah. Karena tak bersinggungan dengan kendaraan pribadi, Metro memang lebih cepat.
Transportasi umum lainnya yang bisa diambil adalah menggunakan kapal yang melintasi kanal-kanal besar yang ada di Amsterdam. Ibukota Belanda ini memang memiliki banyak sekali kanal, tercatat sampai 150 yang membuat kota ini terbagi menjadi 90 pulau kecil.
(faj/gah)











































