Berikut jejak pelarian Prada Mart sebagaimana dirangkum detikcom dari berkas yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (18/6/2016):
4 April 2013
Prada Mart dijebloskan ke Staltahmil Pomdam III/Siliwangi karena dijatuhi hukuman mati. Ia satu sel dengan Serka Yosep Shofian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serka Yosep Shofian selesai menjalani hukuman dan keluar penjara. Seminggu kemudian, Prada Mart cerita ke kakaknya, Arifin, tentang rencana kabur tapi dilarang. Begitu juga ibunda Prada Marta, juga melarang rencana itu.
4 Juni 2013
Prada Mart mendengar bandingnya ditolak dan tetap dihukum mati. Prada Mart makin kalut.
5 Juni 2013
Prada Mart merencanakan kabur, tapi gagal karena tidak ada kesempatan.
7 Juni 2013
Prada Mart merencanakan kabur, tapi gagal karena tidak ada kesempatan.
8 Juni 2013
Prada Mart merencanakan kabur, tapi gagal karena tidak ada kesempatan.
11 Juni 2013
Selepas habis maghrib, Prada Mart menyelinap kabur dari penjara. Ia menemui Serka Yosep dan mereka kabur dengan sepeda motor ke Sumedang, rumah orang tua Serka Yosep.
10 Juni 2013
Prada Mart merencanakan kabur, tapi gagal karena tidak ada kesempatan.
15 Juni 2013
Anggota TNI mencari Prada Mart ke Sumedang. Lalu Prada Mart kabur meneruskan pelariannya.
16 Juni 2013
Sekitar pukul 02.00 WIB, Prada Mart sampai ke UKI, Cawang. Setelah itu ia ke Cempaka Putih menggunakan angkot. Dari Cempaka Putih ke Pulogadung. Pukul 05.00 WIB, Prada Mart sampai ke kos-kosan teman satu angkatannya di Bekasi dan ia menumpang sementara di situ.
Sorenya, Prada Mart berpindah tempat persembunyian di rumah saudaranya di Serang.
20 Juni 2013
Prada Mart kembali ke Bekasi dan mencari kos-kosan. Setelah mendapat tempat kos, Prada Mart menelepon kekasihnya, Riska.
23 Juni 2013
Prada Mart bertemu Riska di halte busway Pasar Rebo. Saat hendak bertemu, Prada Mart dibekuk aparat TNI. Tidak berapa lama, Prada mart dikembalikan lagi ke penjara.
Januari 2014
Kasasi Prada Mart ditolak dan tetap dihukum mati. (asp/nrl)











































