Kisah Mualaf Prancis yang Tempuh Perjalanan Darat 7 Ribu Km ke Makkah

Ramadan 2015

Kisah Mualaf Prancis yang Tempuh Perjalanan Darat 7 Ribu Km ke Makkah

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 14:53 WIB
Kisah Mualaf Prancis yang Tempuh Perjalanan Darat 7 Ribu Km ke Makkah
(Foto: Arab News)
Jakarta - Butuh waktu 6 tahun bagi Alexander, warga Prancis mencari jati diri hingga dia tergetar mendengar suara azan yang membuatnya memutuskan menjadi mualaf. Begitu menjadi mualaf, dia langsung melakukan umrah, menempuh 7 ribu kilometer perjalanan darat ke Makkah.

Hidayah datang kepada Alexander yang kemudian berganti nama menjadi Hamza saat mendengar suara azan di Afrika. Panggilan merdu yang dipanjatkan para muazin untuk mengajak umat Islam salat sangat menyentuh dan membekas di hatinya. Itu adalah awal titik dirinya merasa terpanggil untuk mempelajari Islam.

"Ini mengilhami saya untuk mencari kebenaran. Panggilan azan memberi saya perasaan yang tak bisa dijelaskan yang menyebar ke seluruh tubuh. Saya berdiri termenung untuk waktu yang lama. Saya sangat senang telah memeluk agama hebat ini," kata Hamza seperti dilansir ArabNews edisi 2 Oktober 2014 lalu.

Dia melakukan perjalanan panjangnya itu pada tahun 2013 bersama dengan istri tercinta menggunakan mobil. Rute yang diambil adalah Prancis-Maroko-Mauritania dan Burkina Faso sebelum memperoleh visanya di kedutaan Arab Saudi di Nigeria.

Cerita Hamza mendapatkan visa di Nigeria juga tak mudah, butuh waktu lama hingga akhirnya dia sempat berpikir untuk kembali ke Prancis.

"Kami selalu berdoa pada Allah setiap hari agar mimpi kami tercapai, dan kami punya keyakinan kuat bahwa Allah yang Maha Besar akan menolong kami untuk berdoa di Masjidil Haram di Makkah," tuturnya.

Namun niat mulia Hamza dan istrinya berbuah manis. Dengan kehendak Allah dia mendapat telepon dari kedutaan Arab Saudi di Nigeria bahwa visa mereka sudah keluar. Padahal saat itu dia dan istri sedang dalam perjalanan ke bandara untuk pulang ke Prancis.

Tak cuma itu, Kedutaan Besar Arab Saudi mengatakan dia dan istrinya merupakan salah dua dari 1.000 orang yang beruntung terpilih untuk diundang Raja Abdullah untuk menjalankan ibadah haji yang menjadi rukum Islam kelima itu.

"Semua kesulitan dan masalah kita memudar ketika kita melihat rumah Allah. Aku menangis dan terus menangis berdiri di depan Kakbah dan mengucapkan terima kasih Allah dan Raja Abdullah untuk memberi saya kesempatan besar ini," ucapnya.

Meski harus menempuh perjalanan ribuan kilometer namun Hamza dan istri bisa membuktikan dengan iman dan tekad yang kuat setiap rintangan dan kesulitan bisa dihadapi dan tujuan mulianya mengunjungi rumah Allah di Makkah bisa terwujud. (nwk/nrl)


Berita Terkait