Nota tersebut diantaranya bertuliskan Toko Mas Ratu yang lokasinya berada di Jakarta Utara dan toko mas Harapan Sakti yang berada di Cilongok. Mereka juga menyiapkan plastik kecil-kecil untuk tempat perhiasan agar terlihat benar-benar dari toko emas sebenarnya.
"Mereka juga mempersiapkan dokumen penjualan seperti ini, ternasuk plastik untuk menjualnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugaraha di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (18/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka jualnya langsung ke masyarakat bukan penadah. Ini kami dalami, kami mintai keterangan," pungkas Gagas.
Enam tersangka yang ditangkap adalah Arum Yusup (32) warga Pamulang Tangerang Selatan, Ridwan (35) warga Johar Baru Jakarta Pusat, Asep (51) warga Cipondoh Tangerang, Anton Sujarwo (29) warga Bekasi, Muhammad Rofi (40) warga kudus, dan otak aksi yang merupkan pedagang helm di Brebes bernama Hadi Handoyo (35) warga Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Mereka pernah sudah melakukan perampokan di tiga lokasi, yaitu dua di Kecamatan Bulakambang Kabupaten Brebes yaitu toko emas Surya Kencana bulan September 2014 dan toko emas Jaya Putera hari Selasa (16/6) lalu, kemudian toko emas Dedy Jaya di Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes bulan Januari 2015.
Dalam aksi terakhir, mereka melepas beberapa tembakan padahal masih banyak warga karena siang hari sehingga salah satu warga tertembus peluru di bagian lengan.
Hari Rabu (17/6) kemarin komplotan itu dibekuk di penginapan di Baturaden, Purwokerto. Mereka sempat melawan sehingga tiga orang ditembak kakinya.
Polisi mengamankan tujuh senpi beserta peluru, selain itu diamankan pula motor Satria FU merah B 3186 BIO, motor Satria Fu hitam G 5969 QA, Motor Jupiter MX merah E 4865 SU, dan mobil Avanza hitam B 1175 PKC. Sedangkan emas yang diamankan totalnya seberat 3 kg lebih dari tiga lokasi aksi mereka. Perangkat tas dan sarung tangan juga diamankan. (alg/rul)











































