Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, dana yang diminta itu adalah dana siap pakai.
"Untuk untuk penanganan pengungsi," kata Sutopo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (18/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebutuhan mendesak untuk adalah tenda pengungsi, selimut, MCK, makanan tambahan, lauk pauk, masker, tikar, matras, tanki air, pakaian, logistik untuk kebutuhan dapur, dan psikolog untuk trauma healing.
Β
Aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) tetap tinggi. Sepanjang Selasa (17/6) terjadi 120 kali guguran, 4 kali luncuran awan panas sepanjang 2 hingga 3 km ke sisi timur-tenggara dan selatan, 2 kali luncuran lava pijar 1,5 km ke tenggara dan 2 km ke selatan, tremor menerus serta semua parameter seismisitas masih tinggi. Pada Rabu (18/6) siang telah terjadi 1 kali awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 2,5 km ke tenggara, dan guguran lava pijar dari puncak sejauh 700-1.500 meter ke tenggara, tremor menerus. Potensi erupsi susulan masih tinggi.
Adanya perluasan radius yang harus dikosongkan menyebabkan warga beberapa desa harus dievakuasi. Saat ini pengungsi 10.377 jiwa (2.762 KK) yang tersebar di 10 pos pengungsian. Pengungsi berasal dari Desa Guru Kinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, Beras Tepu, Sigarang-garang, Jeraya, Kuta Rayat, Kuta Gugung, Mardinding, Kuta Tengah, dan Dusun Lau Kawar.
Pengungsi bukan hanya berasal dari desa sisi tenggara-selatan dari puncak kawah, tetapi desa-desa di sisi utara, timur dan barat daya pun mengungsi. Di beberapa pos penampungan terdapat pengungsi yang banyak, seperti di pos pengungsian BPPT, jambur Tongkoh dan Tahura ada 2.728 jiwa (666 KK). Tim Reaksi Cepat BNPB telah hadir di Sinabung mendampingi BPBD Karo dalam penanganan bencana ini. (rul/try)











































