Pun dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang juga disambangi Ketua Pansel KPK Destry Damayanti dan seorang anggotanya, Yenti Garnasih pada Selasa (16/6) kemarin. Dari pertemuan itu terkuak ada beberapa nama yang menjadi usulan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk mendaftar sebagai capim KPK.
"Beliau (Jaksa Agung-red) akan mengusulkan beberapa nama tapi belum disebut siapa. Tapi sebenarnya mereka juga sedang membahas," ucap Destry usai menemui Prasetyo pada Selasa (16/6/2015) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hal yang terkuak yaitu adanya keterlibatan perempuan dari nama-nama jaksa tersebut. Namun Tony menegaskan jaksa-jaksa itu nantinya akan mendaftar secara pribadi dan bukan titipan dari Kejagung.
"Di situ ada keterlibatan perempuan. Kalau jaksa aktif harus seizin Jaksa Agung tetapi nanti mendaftar sebagai pribadi. Nanti dia kalau terpilih ya mundur dari jabatannya," kata Tony saat berbincang, Kamis (18/6/2015).
Hanya saja sampai saat ini belum muncul nama jaksa-jaksa yang ingin mendaftar sebagai capim KPK itu. Pada Rabu (17/6) kemarin, Prasetyo sebenarnya mengumpulkan para jaksa itu untuk kemudian diberikan izin tetapi belum jelas benar ada berapa jaksa yang akhirnya akan diusung oleh Korps Adhyaksa.
Nama jaksa sebagai pimpinan KPK sebenarnya pernah terjadi ketika Antasari Azhar menjadi Ketua KPK jilid 2 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu akhirnya diberhentikan lantaran disebut terlibat pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen.
Sampai sekarang, nama para jaksa itu belum dimunculkan ke publik. Salah satu anggota pansel KPK, Yenti Garnasih menyebut agar Jaksa Agung HM Prasetyo benar-benar merekomendasikan jaksa terbaiknya untuk mendaftar sebagai capim KPK.
"Disampaikan agar jaksa yang baik, yang betul-betul bagus. Dan ini menjadi pertaruhan kejaksaan ke depan. Saya menyampaikan mohon sangat hati-hati dalam mengusulkan nama nanti. Walaupun kita minta tapi bukan berarti kompromis. Jangan sampai, mohon pak, bukan malah menjerumuskan," kata anggota pansel KPK, Yenti Garnasih usai bertemu Prasetyo, Selasa (16/6) kemarin. (dha/vid)











































