Hampir Tiap Hari Ada Kecelakaan di Tol Cipali, Total 2 Orang Tewas

Hampir Tiap Hari Ada Kecelakaan di Tol Cipali, Total 2 Orang Tewas

Nala Edwin - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 12:57 WIB
Hampir Tiap Hari Ada Kecelakaan di Tol Cipali, Total 2 Orang Tewas
Foto: Dian Firmansyah
Jakarta - Hampir setiap hari terjadi kecelakaan di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang baru diresmikan Presiden Jokowi pada Sabtu 13 Juni. Sudah dua orang tewas akibat sejumlah kecelakaan itu.

Kecelakaan pertama terjadi pada Senin (15/6) malam di KM 82+600 Tol Cipali. Kejadian berawal saat truk boks bernopol L 9821 F yang dikemudikan Zainal Abidin melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Di depannya, sebuah truk bermuatan pasir bernopol B-9953-FYT melaju ke arah yang sama. Kemudian Zainal kehilangan kendali atas truknya dan menabrak truk di depannya.

Dalam kecelakaan ini, satu penumpang truk boks tewas di lokasi kejadian akibat terjepit badan kendaraan. Korban bernama Ayuhan, warga Desa Modongan, Kecamatan Sooko Mojokerto. Sedangkan sopir truk, Zainal Abidin, terluka berat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecelakaan kedua terjadi di KM 151 Tol Cipali arah Cirebon pada Rabu (17/6) pukul 12.00 WIB. Tabrakan antara mobil bak terbuka dan Feroza ini membuat satu orang luka berat dan seorang lainnya luka ringan. Korban luka berat kecelakaan ini dibawa ke RS Plumbon Cirebon untuk mendapatkan perawatan.

Kecelakaan terakhir terjadi pada Kamis (18/6/2015) pukul 05.00 WIB di KM 94+400 di wilayah Purwadadi, Subang, Jawa Barat.
Mobil Toyota Avanza oleng, menabrak truk, lalu masuk parit, akibatnya Satu orang tewas dan dua orang terluka.

Satu dari 4 penumpang Avanza tewas. Korban tewas atas nama Rahmat (34), warga Kampung Watgalih, Desa Mandaya, Kecamatan Carenang, Kota Serang, Banten. Sedangkan sopir, Ahmad Suwandi, dan 3 penumpang lain terluka. Seluruh korban luka dan tewas dibawa ke RS Thamrin. Sedangkan mobil Avanza yang ringsek dan rusak parah di bagian depan dievakuasi ke Mapolres Subang.

Tol Cipali yang merupakan jalan bebas hambatan terpanjang di Indonesia ini diresmikan menyambut musim mudik 2015. Saat ini pengendara belum dipunggut biaya alias gratis untuk melintas tol tersebut. Kondisi jalan tol yang mulus dan juga jalur yang lurus membuat banyak pengendara memacu dengan cepat mobilnya di atas 100 km/jam. Hal inilah yang diduga sebagai penyebab kecelakaan. (nal/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads