โ"SIM itu sudah rahasia publik, bisa bayar. Tapi bapak nggak mau, nggak boleh bayar-bayar lebih. Harus bayar Rp โ120 ribu karena di undang-undang segitu. Bapak pernah marah saya nyetir karena nggak punya sim," cerita Tsaqif.
Hal ini disampaikan Tsaqif kepada detikcom di rumahnya di Sleman, Rabu (17/6/2015). Tsaqif bercerita dia sudah empat kali ujian sim A dan belum juga lolos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tes tertulis, kata Tsaqif selalu bisa dilaluinya dengan mulus. Namun tes praktik selalu gagal di sesi-sesi terakhir.
Meski begitu dia bertekad tidak akan menyerah mencoba. Selama ini dia harus bepergian dengan diantarkan sopir keluarganya.
Sambil mencoba, Tsaqif berusaha mencari informasi tentang orang lain yang juga mencoba ujian SIM sampai berulang kali.
"Ternyata ada yang sampai 9 kali. Jadi saya belum ada apa-apanya. Saya coba lagi pasti, karena kalau kuliah saya butuh SIM," kata Tsaqif. (sip/van)










































