Kritik Megawati: PDIP Seperti Nasi Sudah Menjadi Bubur

Kritik Megawati: PDIP Seperti Nasi Sudah Menjadi Bubur

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2005 21:42 WIB
Bandung - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai sudah mabuk kemenangan pada masa lalu. Para elit PDIP juga dianggap sudah tak dekat dengan konstituennya.Penilaian itu disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati saat berpidato pada acara rapat kerja daerah PDIP Jawa Barat ke 10, di Hotel Lingga, Jl. Soekarno Hatta, Bandung, Sabtu (19/2/2005). Rakerda ini dihadiri oleh ketua DPD dan DPW PDIP se-Jawa Barat."PDIP itu sudah seperti nasi yang menjadi bubur," kata Megawati keras. Menurutnya, kondisi PDIP sekarang sudah dipenuhi oleh para elit yang hanya mementingkan kebutuhan pribadinya saja.Selain itu, kata Mega, PDIP juga sudah diperparah dengan banyaknya kasus korupsi dan narkoba yang terkait dengan para kadernya. Ia melihat kecenderungan ini sudah semakin mengkhawatirkan.Memanasnya dinamika politik menjelang kongres PDIP, juga dilihatnya sudah tak karuan. Beberapa manuver elit partai dinilainya sudah keluar dari aturan internal partai."Kita tidak butuh orang-orang seperti itu. Orang yang hanya bicara pada koran dan media elektronik. Kalau berani bicara langsung dengan warga PDIP secara langsung," ujar Mega.Pidato Megawati semakin keras. Warga PDIP yang hadir di ruang pertemuan itu bersemangat mendengarkan pidatonya. Mega tidak mau kondisi PDIP sekarang terus diobrak-abrik dengan tindakan ulah para elit partainya sendiri.Tanduk Banteng Mega Mulai BerdiriBanyaknya kritikan terhadapnya, juga dinilai tidak beralasan. Mega malah menyarankan agar kritikan itu ditujukan bagi para pengkritik itu sendiri.Ia meminta para kader dan warga PDIP agar tak goyah. Menurutnya kritikan dan dinamika politik ditubuh PDIP sekarang ini harus disikapi dengan demokrasi ala PDIP."Boleh saja mereka muncul, tapi jangan begitu caranya. Sebar pamplet berisikan 'Asal Jangan Mega'. Mereka ini siapa? Apa yang mereka lakukan untuk partai ini? Ayo saya tantang secara jantan. Tanduk banteng saya mulai berdiri," ujar Mega berapi-api.Suasana di dalam ruangan semakin panah dan riuh. Terdengar juga teriakan sumpah serapah kepada para pengkritik Megawati. "Kalau tidak mau menjaga solidaritas partai, keluar saja. Belum seberapa sudah begitu sombongnya mengatakan diri mereka anggota DPR yang terhormat," lanjut dia. Megawati berjanji jika ia terpilih lagi sebagai ketua umum, ia akan mendisiplinkan internal partai. Selain itu, ia juga berjanji akan membawa kemenangan PDIP pada pemilu 2009 nanti. Namun tidak semua elit menentang Mega. Ditemui di tempat terpisah, anggota DPR FPDIP Marrisa Haque menyatakan masih mendukung Mega. "Rasanya Megawati masih pantas untuk duduk lagi sebagai ketua umum PDIP," ujarnya pada detikcom. (fab/)


Berita Terkait