Ketua MPR Desak Wartawan MetroTV Segera Dibebaskan
Sabtu, 19 Feb 2005 20:36 WIB
Bandung - Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid mendesak kepada para penyandera untuk segera melepaskan wartawan asal Indonesia. Hidayat meminta hal tersebut dengan alasan demi menjaga hubungan antara Indonesia dengan Irak yang telah dibina selama ini. "Bangsa Indonesia, wartawan dan pemerintah semua menolak penyerangan terhadap Irak. Lantas apa kaitannya (penyanderaan) dengan bangsa Indonesia," ujar Hidayat kepada wartawan di Hotel Horison, Jl. Buah Batu, Bandung, Sabtu (19/2/2005).Hidayat juga mengharapkan pemerintah Indonesia meminta klarifikasi langsung kepada pemerintah baru Irak megenai penyanderaan tersebut. "Saya sudah diminta dan berbicara secara langsung pada TV Al-Jazeera. Semoga pesan pembebasannya sampai pada para penyandera itu, " kata dia.Menurutnya, permasalahan ini hanya bisa diselesaikan dengan komunikasi antar pejabat tinggi. "Ini demi demokrasi dan Islam," tegasnya.Wartawan yang disandera ini adalah wartawan dari Metro TV, yaitu Meutya Hafid dan kamerawan Budiyanto. Kedua wartawan tersebut sedang melakukan liputan mengenai Irak pasca pemilu akhir Januari 2005 lalu.
(fab/)











































