Ada 700 Takjil Per Hari dan Bakti Sosial di Masjid Agung Al Azhar

Ramadan 2015

Ada 700 Takjil Per Hari dan Bakti Sosial di Masjid Agung Al Azhar

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 09:05 WIB
Ada 700 Takjil Per Hari dan Bakti Sosial di Masjid Agung Al Azhar
Jakarta - Ramadan 2015 ini, Masjid Agung Al Azhar di Jl Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menyediakan 700 takjil setiap harinya. Beberapa program bakti sosial juga akan diadakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Setiap harinya akan ada 700 takjil dan nasi kotak untuk para jamaah di masjid ini," jelas Kepala Urusan Rumah Tangga, Sarana dan Prasarana Masjid Agung Al Azhar, Endang Suryana saat ditemui detikcom di Masjid, Rabu (17/6/2015).

Endang yang juga Ketia Panitia Ramadan Masjid Agung Al Azhar itu juga mengatakan kegiatan tahun ini sama dengan tahun lalu. Beberapa kegiatan bakti sosial juga tetap akan diadakan.

"Hampir setiap tahun kegiatannya selalu sama. Seperti tahun lalu dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis. Ini juga sebagai media dakwah karena jika ketahuan dalam keadaan sakit, tidak boleh dipaksakan (puasa)," imbuh Endang.

Sementara dalam 10 hari terakhir, pihaknya juga akan mengundang 2 ribu anak yatim piatu, membagi bingkisan dan menghibur mereka sejak zuhur hingga berbuka puasa.   

"Mereka juga kita hibur dengan dongeng dan pentas seni bernafaskan syiar Islam. Di akhir buka puasa bersama," papar dia.

Sedangkan untuk iktikaf, Endang mengatakan dari tahun ke tahun Masjid Agung Al Azhar didatangi jamaah yang beriktikaf setiap malam selama sebulan Ramadan penuh. Mereka yang beriktikaf sebulan penuh itu, rata-rata berusia di atas 70 tahun.

"Ada yang cukup unik di sini. Ada ibu-ibu yang melakukan iktikaf selama satu bulan ya karena dia merasa punya hubungan yang sangat dekat Buya HAMKA sehingga beliau sampai menginap di masjid. Untuk tahun ini kita sediakan 10 orang saja karena kebetulan ruangan ini sedang dipakai. Tahun lalu mencapai 30 orang.  Umumnya mereka berusia 70 tahun ke atas dan dari luar Pulau Jawa," tutur Endang.

Sedangkan untuk iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan, pihak masjid tak membatasi. (edo/nwk)


Berita Terkait