Hampir di setiap sudut kota Amsterdam selalu terdapat pemandangan orang menggenjot sepeda. Kebanyakan dari mereka menggowes sepeda onthel seperti yang populer di Indonesia.
Seperti terlihat pada Rabu (17/6/2015) siang, puluhan atau bahkan mencapai ratusan orang menggenjot sepeda di jalan Akerdijk yang berada di sebelah selatan Amsterdam dalam kurun waktu kurang lebih tiga jam saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Pardon, pardon," kata seorang pengguna sepeda di antara rombongan pejalan kaki, sembari membunyikan 'klakson' berbunyi kring-kring.
Tak hanya itu cukup banyak pojok tempat parkir sepeda lengkap dengan besi untuk mengkaitkan gembok. Bahkan sampai di dinding di sisi jembatan-jembatan pun dijadikan tempat untuk memarkir sepeda.
Maraknya penggunaan sepeda di Amsterdam sudah terjadi sejak lama. Dikutip dari sejumlah sumber, fenomena ini sudah ada sebelum perang dunia. Hal itu disebabkan tipe jalanan di Amsterdam yang sempit.
Menariknya, meski jalanan sempit, hal itu tak membuat Amsterdam tidak bisa mengoperasikan angkutan umum. Trem di kota ini didesain sedemikian rupa sehingga mampu menyisir jalanan yang mirip seperti gang tersebut.
Hasilnya, munculah perpaduan pengguna sepeda dan pemakai trem yang mendominasi jalanan Amsterdam. Pemotor dan pengendara mobil bisa dibilang jumlahnya kalah dibanding pengguna sepeda dan trem. Di samping itu mereka cukup tertib. Kemacetan atau kesemrawutan pun tak terlihat.
(faj/imk)











































