Fadli Zon Terima Rombongan FIPS yang Sempat Ditahan Polisi di Turki

Fadli Zon Terima Rombongan FIPS yang Sempat Ditahan Polisi di Turki

M Iqbal - detikNews
Rabu, 17 Jun 2015 18:21 WIB
Fadli Zon Terima Rombongan FIPS yang Sempat Ditahan Polisi di Turki
Jakarta - Rombongan Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) yang hendak memberikan bantuan bagi pengungsi Suriah di Turki, sempat ditahan dan diinterogasi oleh kepolisian kontra terorisme Turki di Bandara Ataturk pada Senin (1/6) lalu. Rombongan yang saat keberangkatan dilepas pimpinan DPR, kini kembali menemui DPR untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Rombongan yang dipimpin oleh Sekjen FIPS Wisnu Teguh itu diterima oleh wakil ketua DPR Fadli Zon di ruangannya, gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2015). Hadir perwakilan Muhammadiyah Mustofa Nahra dan Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan.

Dalam pertemuan itu, Fadli dilaporkan tentang penahanan 10 WNI rombongan FIPS termasuk 3 wartawan yang hendak terbang ke pro‎vinsi yang berbatasan dengan Suriah, Hatay di Bandara Ataturk. Tapi mereka diinterogasi dan dituduh oleh polisi ingin bergabung dengan ISIS di Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal keberangkatan mereka ke Hatay‎ untuk menyerahkan bantuan kepada pengungsi Suriah dan untuk melihat kondisi korban perang Suriah. Pasalnya, isu Suriah di Indonesia hanya mengemuka soal ISIS, sementara 3 juta pengungsi dan 300 ribu lebih korban rezim tak banyak disorot.

"Saya sudah baca ketika terjadi insiden itu di media dan memang cukup kaget juga dengan apa yang terjadi," kata Fadli Zon dalam pertemuan dengan FIPS tersebut.

‎Fadli mengatakan, bantuan kemanusiaan dari Indonesia memang dibutuhkan bagi pengungsi Suriah. Terlebih saat isu ISIS bagi Indonesia menutup isu kemanusiaan yang lebih banyak mendapat perhatian dari negara lain, terutama Turki yang memberikan bantuan secara besar-besaran.

Fadli menyayangkan upaya pemberian bantuan seperti dari FIPS yang menaungi beberapa lembaga kemanusiaan di Indonesia itu, justru dianggap ingin bergabung dengan ISIS. Menurut Fadli, agar masalah tak terulang, hal teknis seperti administrasi dengan KBRI/KJRI perlu diperbaiki saat hendak mengirimkan bantuan.

"Saya kira untuk evaluasi ke depan ada baiknya menyangkut administrasi diperkuat. Saya ikut mendukung apa yang perlu dilakukan, apakah telepon dari sini ke Dubes di KBRI atau KJRI sehingga tujuan mulia teman-teman FIPS dapat tercapai," ucap politisi Gerindra itu.

Sebagaimana diketahui, rombongan FIPS bersama tokoh organisasi Islam dan wartawan, terbang ke Turki pada 28 Mei untuk memberikan bantuan ke pengungsi Suriah. Tak hanya itu, rombongan juga ingin meluruskan isu ISIS yang selama ini menutup isu kemanusiaan di Suriah soal penindasan rezim Bashar.

Namun rombongan itu ditahan di Bandara Ataturk, Istanbul saat akan terbang ke Hatay. Mereka termasuk wartawan diinterogasi soal ISIS dengan dalih ada laporan penumpang pesawat ke polisi, meski tuduhan itu tak terbukti.

Polisi akhirnya mengizinkan mereka ke Hatay, namun atas komunikasi dengan KBRI urung dilakukan. Bantuan akhirnya diberikan di Istanbul. Dalam misi kemanusiaan itu, Fadli Zon turut menitipkan donasi yang lumayan bagi pengungsi Suriah sebelum keberangkatan FIPS.

(bal/bag)


Berita Terkait