Detik-detik Penangkapan Terpidana Mati Prada Mart yang Kabur dari Bui

Prada Mart Kabur 12 Hari

Detik-detik Penangkapan Terpidana Mati Prada Mart yang Kabur dari Bui

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 17 Jun 2015 17:59 WIB
Detik-detik Penangkapan Terpidana Mati Prada Mart yang Kabur dari Bui
Prada Mart nyaris pingsan mendengar dirinya divonis mati
Jakarta - Pihak TNI sempat membantah kaburnya terpidana mati Prada Mart Azzanul Ikhwan dari penjara Pomdam III/Siliwangi, Bandung, pada Juni 2013 lalu. Namun Mahkamah Agung (MA) menguak dalam websitenya bahwa Prada Mart sempat kabur selama 12 hari.

Hal ini tertuang dalam putusan kasasi terkait perkara Serka Yosep Shofian yang dilansir hari ini, Rabu (17/6/2015). Serka Yosep adalah rekan satu sel Prada Mart yang keluar penjara lebih dahulu. Serka Yosep dihukum 50 hari kurungan karena kasus pemalsuan dan penggelapan.

Kepada Serka Yosep, Prada Mart sempat curhat memiliki dua kekasih, yaitu Riska dan Evelin. Padahal Prada Mart dihukum mati karena membunuh mantan kekasihnya, Sinta (19) yang tengah hamil 8 bulan. Ibu Sinta, Opon, juga dibunuh dengan sangkur oleh Prada Mart.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski punya rekam jejak pembunuh sadis, tidak membuat ciut pacar-pacarnya. Di dalam penjara, ia masih kerap didatangi pacar-pacarnya. Seiring waktu, tinggal Riska yang selalu rutin menjenguk Prada Mart. Bahkan Riska membelikan HP BlackBerry sebagai sarana komunikasi. Kepada Serka Yosep, Prada Mart mengaku ingin menikahi Riska.

Setelah Serka Yosep keluar tahanan, keinginan Prada Mart untuk kabur semakin kuat. Apalagi ia mendengar permohonan bandingnya ditolak dan ia tetap dihukum mati. Setelah itu, Prada Mart terus meminta Serka Yosep menyiapkan pelariannya. Sedikitnya 4 kali persiapan kabur urung dilaksanakan karena situasi penjara tidak memungkinkan.

Hingga datang waktu yang tepat yaitu pada 11 Juni 2013 usai maghrib. Dengan dibantu oleh Serka Yosep, ia kabur ke Sumedang. Lima hari di Sumedang, Serka Yosep tidak bisa lagi membantu pelarian Prada Mart karena anggota TNI terus memburu Prada Mart untuk mengangkapnya kembali.

"Bukannya tidak setia kawan, tapi karena bahaya buat ibu saya, sekarang silakan kamu pergi," kata Serka Yosep kepada Prada Mart lima hari setelah kabur dari penjara.

Setelah itu, Prada Mart lari ke Bekasi dan mencari kontrakan. Pelariannya terhenti pada 23 Juni 2013 saat ia hendak bertemu dengan kekasihnya, Riska, di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Kamu lagi apa?" tanya Prada Mart lewat telepon.

"Ini baru bangun, siap-siap mau berangkat," jawab Riska.

Waktu itu menunjukkan pukul 11.00 WIB. Suasana di areal Pasar Rebo ramai seperti biasa.

"Saya sudah sampai," tulis Riska dalam pesan yang ia kirim ke Prada Mart.

"Di sebelah mana?" tanya Prada Mart dalam menjawab pesannya.

"Saya di dekat halte busway," balas Riska.

"Tunggu, saya sebentar lagi ke situ," ujar Prada Mart.

Tidak berapa lama, Prada Mart sampai ke halte busway Pasar Rebo dan melihat Riska. Tapi belum sempat berhadap-hadapan dengan Riska dalam jarak dekat, dua orang lelaki yang ada di lokasi mengeluarkan pistol. Prada Mart yang sadar dua orang itu adalah anggota TNI langsung ambil langkah seribu. Namun anggota TNI tidak kalah sigap. Prada Mart dihajar dan langsung jatuh tersungkur. Prada Mart lalu dikembalikan ke penjara setelah 12 hari kabur.

Dalam kasus ini, Serka Yosep diadili dan dihukum 10 bulan penjara dan dipecat dari dinas TNI. Adapun Prada Mart tetap dihukum mati. Hingga saat ini, Prada Mart belum dieksekusi. (asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads