"Ya kita wajib (menaati) hukumnya ya. Kalau semua provinsi maju kan semua merasakan kemajuanny makanya kita sama nih kerjasama," terang Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2015).
Ahok mengatakan selama ini banyak nelayan dan pengusaha ikan mengambil hasil laut dari Sumbar. Informasi dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, kata Ahok, Provinsi Sumbar merupakan pengekspor terbesar ikan tuna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Darjamuni mengatakan lebih 30 nelayan DKI melaut hingga ke peraiaran Sumbar.
"Intinya untuk melindungi bahwa sampai saat ini kita memang ada sekitar 30 lebih nelayan kita melakukan penangkapan di wilayah Sumbar. Nah dengan adanya MoU itu ditentukan kuota nelayan kita yang boleh menangkap ikan di perairan Sumbar sekitar 50 kapal per tahun. Demikian juga ada 20 kapal Sumbar boleh menjual ikannya ke DKI," kata Darjamuni.
Dia menerangkan alasan di balik para nelayan DKI yang melaut dan mengambil hasil laut hingga ke Sumbar lantaran di Jakarta tidak memungkinkan. Air lautnya juga sudah tercemar sehingga tidak memungkinkan untuk diambil nelayan.
"Memang kita nangkap ke mana-mana kan perairan kita nggak ada. Potensi kita boleh dibilang dikit sekali hasilnya," tutup dia. (aan/nrl)











































